MAGELANG – Pemkot Magelang terus memperkuat tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Upaya itu diwujudkan melalui Sosialisasi Pendampingan Evaluasi dan Koordinasi SPBE yang digelar di Ruang Sidang Lantai 1 Kantor Pemkot Magelang, Jumat (19/9).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika (Diskominsta) Kota Magelang Muchamad Abdul Aziz mengatakan, sejak diberlakukannya PermenPANRB Nomor 59 Tahun 2020, diskominsta melakukan perbaikan berkelanjutan pada empat domain, delapan aspek, dan tujuh indikator yang menjadi fokus evaluasi.
Baca Juga: Astra Honda dan CBR Series Siap Taklukan Mandalika
Dia menyebut, hasil penilaian tahun 2024 cukup baik dengan capaian indeks 3,69 atau predikat sangat baik. "Namun, masih ada tantangan pada domain manajemen SPBE yang nilainya relatif lebih rendah dibanding domain lainnya," ujar Aziz.
Dia menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius, khususnya bagi Diskominsta sebagai koordinator teknis. Penguatan tata kelola, manajemen pengetahuan, serta peningkatan kompetensi ASN terus didorong agar Pemkot lebih siap menghadapi evaluasi eksternal.
Sekretaris Daerah Kota Magelang Hamzah Kholifi mengapresiasi capaian indeks SPBE tahun 2024. Namun, dia menekankan target tahun 2025 ditetapkan lebih tinggi, yakni 4,01.
Baca Juga: KPPU: Kebijakan Satu Pintu Impor BBM Bisa Ganggu Iklim Usaha Sehat
Akan tetapi, lanjut dia, domain manajemen SPBE masih butuh perhatian lebih. Ini kabar baik sekaligus tantangan. "Konsultan sudah mendampingi dengan baik, tetapi tindak lanjut setiap OPD akan menentukan hasil akhirnya," jelas Hamzah.
Dia menuturkan, pemkot telah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya memperkuat tata kelola TIK, mengintegrasikan data, menyempurnakan layanan publik berbasis elektronik, serta menyiapkan wadah berbagi pengetahuan agar praktik baik antar-OPD bisa diwariskan dan dijadikan sumber belajar bersama.
"Yang paling penting, tujuan utama SPBE bukan sekadar angka indeks, tetapi dampak nyata bagi masyarakat. Publik menunggu layanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel," tegasnya.
Baca Juga: Palu Kuasa”: Megatruh Soundsystem Guncang Kesadaran Lewat Dub Wingit dan Lirik Perlawanan
Dalam kesempatan tersebut, pemkot juga meluncurkan Pustaka SPBE, sebuah repositori digital terintegrasi pada portal layanan Kota Magelang. Inovasi ini dirancang sebagai pusat referensi, penyimpanan, sekaligus ruang kolaborasi pengetahuan SPBE bagi ASN.
Dia berharap, keberadaan Pustaka dapat memperkuat literasi digital, menjaga keberlanjutan pengetahuan lintas OPD, serta mempercepat peningkatan kapabilitas ASN di era pemerintahan digital. (aya)