Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

UMKM dan PKL Kota Magelang Didorong Naik Kelas, Wali Kota: Tantangan Masih Mengintai

Naila Nihayah • Rabu, 24 September 2025 | 12:50 WIB

Warga memadati selter kuliner Tuin van Java di Alun-alun Kota Magelang.
Warga memadati selter kuliner Tuin van Java di Alun-alun Kota Magelang.
 

 

 

 

MAGELANG – UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Magelang didorong untuk naik kelas. Dibalik cita-cita itu, pemkot masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama. Mulai dari ketertiban lokasi dan jam operasional, higienitas, hingga sertifikasi halal.

 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, berdasarkan data BPS, sedikitnya ada 3.371 perusahaan mikro dan kecil beroperasi di kota ini. Belum lagi ribuan PKL yang tersebar di berbagai sudut, dari pusat kota hingga pinggiran.

 

Dia menilai, UMKM dan PKL merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat yang harus dijaga. "Tapi mereka juga perlu berbenah, agar bisa bersaing dan menembus pasar yang lebih luas," ujarnya di Aula DPPKUM, Senin (22/9).

 Baca Juga: Pesta Akbar Bikers Terbesar, Honda Bikers Day 2025 Resmi Dimulai

Dia menyebut, pemkot selama ini menata sejumlah lokasi strategis untuk menampung para pedagang. Seperti Jenggolo, Armada Estate, Sriwijaya, Badaan, Sigaluh, hingga Tuin van Java. Total ada ratusan unit yang diisi pelaku usaha kuliner maupun perdagangan.

 

Menurutnya, selter kuliner tersebut merupakan wajah kota. "Wisatawan pertama kali mengenal Magelang lewat kulinernya. Kalau tidak tertata, kotor, atau tidak nyaman, citra kota juga ikut turun," kata Damar.

 

Kontribusi sektor ini terbukti nyata. Pada 2024 lalu, pertumbuhan ekonomi Kota Magelang mencapai 5,56 persen, sebagian besar ditopang oleh aktivitas perdagangan dan kuliner. Kendati begitu, tantangan besar masih membayangi.

 Baca Juga: Scoopy Rave” Astra Motor Yogyakarta, Semakin Seru, Scoopy Rave Vol. 2 Hadirkan Rolling Ride & Rave Run

Damar mengatakan, banyak PKL dan UMKM yang belum mampu mengoptimalkan pemasaran digital. Kemudian, masih minim akses permodalan hingga belum sepenuhnya menggunakan pembayaran non-tunai seperti QRIS.

 

Karena itu, pemkot menargetkan supaya UMKM bisa naik kelas. "Dari tradisional menjadi modern, dari pedagang lokal menjadi pelaku usaha yang bisa menembus pasar digital maupun wisata," paparnya.

 Baca Juga: Pemkot Magelang Perkuat Tata Kelola SPBE, Luncurkan Pustaka Digital

Dia pun menekankan lima hal utama bagi pelaku usaha. Yakni sertifikasi halal, standar kebersihan dan penyajian, lingkungan dagang yang sehat, pemanfaatan pemasaran digital, serta kolaborasi agar shelter bisa berkembang menjadi destinasi kuliner representatif.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah menambahkan, keberadaan UMKM dan PKL bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas. "Kami ingin mereka lebih tertib, higienis, dan akrab dengan teknologi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?" ucapnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Selter kuliner #TVJ #PKL #UMKM #wali kota #Tuin Van Java #dAMAR PRASETYONO #Magelang