MAGELANG – Pemkot Magelang memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Upaya itu dilakukan untuk memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah ini dilakukan menyusul tinjauan langsung Wali Kota Magelang Damar Prasetyono ke sejumlah lokasi dapur makan bergizi gratis (MBG) itu pada Selasa (14/9). Adapun lokasinya di Jalan Gatot Soebroto, Jalan Pahlawan, Jalan Tentara Genie Pelajar Sanden, Jalan Kalimas Kedungsari, Jalan Soekarno-Hatta, serta Jalan Beringin III yang masih dalam tahap pembangunan.
Baca Juga: Ramuan JSR Jahe Sereh Kunyit Plus Jeruk Nipis: Obat Alami yang Bikin Tubuh Melek. Ini Manfaat dan Cara Membuat!
Damar ingin memastikan langsung bahwa dapur-dapur dari program makan bergizi gratis (MBG) ini beroperasi sesuai standar BGN. "Baik dari tata letak, higienitas, sistem drainase, hingga pengelolaan limbah," ujar Damar di sela-sela kunjungan.
Menurutnya, program MBG merupakan kebijakan nasional yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Karena itu, setiap daerah wajib memastikan seluruh dapur yang ditunjuk benar-benar layak, bersih, dan aman dari potensi kontaminasi.
Menurut Damar, pengawasan mutu pangan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap generasi muda. Program SPPG, yang menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil penerima manfaat, diharapkan mampu mencegah masalah gizi sejak dini.
Baca Juga: Pernyataan Red List Amerika Serikat: Pengetatan Impor Udang dari Indonesia Demi Keamanan Pangan
Dalam peninjauan tersebut, Damar beserta jajaran pemkot melakukan checklist detail terhadap seluruh elemen dapur. Mulai dari alur keluar-masuk bahan makanan, ketersediaan alat masak higienis, sistem penyimpanan bahan mentah, hingga lokasi dapur terhadap tempat pembuangan sampah (TPS).
Dia mengakui, masih ada beberapa catatan yang harus segera dibenahi. Namun, dia memberi waktu bagi pengelola dapur untuk memperbaiki kekurangan sebelum dilakukan penilaian akhir oleh BGN. "Lebih baik kita perbaiki dari awal supaya tidak muncul masalah saat pemeriksaan nanti," ujarnya.
Terkait dapur yang berlokasi cukup dekat dengan TPS, Damar menyebut, hal tersebut masih dalam penilaian teknis dari BGN. Jika diperlukan, pemkot siap melakukan penyesuaian atau relokasi untuk menjamin kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Beyond Tomorrow, Kamajaya Sebut Kreativitas Indonesia Hadapi Dekade Kritis 2025–2035
Hingga kini, terdapat 17 dapur SPPG yang siap beroperasi di Kota Magelang, melayani distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA. Sebagian kecil juga dialokasikan untuk ibu hamil dan balita gizi kurang, sekitar 10 persen dari total penerima manfaat.
Damar menegaskan, Pemkot Magelang tidak ingin program penyediaan pangan bergizi ini berjalan asal-asalan. Dia pun menginstruksikan agar seluruh pengelola dapur segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis, termasuk uji laboratorium bahan makanan serta sertifikasi kebersihan dari instansi terkait.
Selain itu, pemerintah juga menggandeng dinas lingkungan hidup (DLH) untuk memastikan pengelolaan sampah dapur dilakukan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan pencemaran maupun risiko terhadap higienitas area produksi.
Baca Juga: AHM Luncurkan New Honda ADV 160, Desainnya Gagah dan Cocok untuk Penjelajah
"Kami pantau seluruh proses dari hulu ke hilir. Dari bahan datang, dimasak, dikemas, hingga diantar ke sekolah. Semua harus memenuhi standar higienitas," kata Damar.
Untuk memperkuat sistem pengawasan, Pemkot Magelang melibatkan lurah dan perangkat wilayah dalam kegiatan monitoring dan evaluasi mingguan. Hasilnya dilaporkan ke satuan tugas khusus agar setiap temuan di lapangan segera ditindaklanjuti.
“Dengan mekanisme ini, setiap keluhan atau kendala bisa cepat diselesaikan, termasuk soal kualitas bahan, kebersihan alat, dan kecepatan distribusi,” tambahnya.
Baca Juga: The SUV Pride”, New Honda ADV160 Hadir di Yogyakarta
Salah satu dapur yang baru beroperasi adalah SPPG Jalan Kalimas Kedungsari. Kepala SPPG, Bima Bayu Tidarriano menjelaskan, pihaknya telah memulai produksi sejak 29 September 2025 dan kini menyiapkan sekitar 2.608 porsi makanan setiap hari untuk 20 sekolah di wilayah sekitar.
Dia menyebut, saat ini menerapkan sistem menu bergilir setiap sepuluh hari agar variasinya tetap menarik dan gizinya seimbang. "Bahan-bahan seperti sayuran yang mudah rusak kami perlakukan secara khusus agar tetap segar saat dimasak," jelas Bima.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin. Mulai dari pengecekan bahan baku, kualitas air, hingga kebersihan alat masak. Setiap petugas dapur juga diwajibkan mengenakan alat pelindung diri dan pakaian higienis sesuai standar yang ditetapkan BGN. (aya)