MUNGKID — Solidaritas warga Kabupaten Magelang langsung tergerak begitu mendengar informasi longsor di Banjarnegara dan Cilacap, Jawa Tengah. Dalam waktu singkat berbagai bantuan siap didstribusikan bersama tim relawan ke dua lokasi bencana tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengatakan, donasi dihimpun dari kelompok tani di Sawangan, Pakis, Ngablak, Kajoran, asosiasi peternak telur, hingga koperasi tani RMU. Total bantuan yang dikirim, antara lain 2,5 ton sayuran, terdiri atas kubis, loncang, kentang, cibetan, seledri, dan lainnya.
Romza menjelaskan, jenis sayuran dipilih yang lebih tahan lama untuk kebutuhan dapur umum maupun konsumsi warga selama masa pemulihan. "Sayuran seperti kubis dan kentang bisa bertahan beberapa hari," katanya di sela pelepasan relawan di di Pendopo drh Soepardi, Rabu (19/11).
Kemudian, beras lebih dari 800 kilogram dari berbagai koperasi dan kelompok tani, telur 500 kilogram, serta kopi dari komunitas kopi robusta dan arabika. "Bantuan ini sifatnya temporer," sambungnya.
Pemkab Magelang sendiri memberangkatkan tim relawan beserta logistik untuk membantu penanganan bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara. Pengiriman bantuan tahap pertama ini berlangsung selama lima hari, mulai 19–23 November, sebelum dilakukan evaluasi untuk menentukan pengiriman lanjutan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono mengutarakan, dalam operasi kemanusiaan ini, total 26 relawan diturunkan, yang terdiri atas anggota BPBD, relawan independen, serta petugas damkar.
Edi menyebut, pengiriman rombongan dibagi menjadi dua jalur. Sebagian tim menuju Cilacap dipimpin kepala sekretariat BPBD, sementara tim lainnya ke Banjarnegara dipimpin kabid kesiapsiagaan dan pencegahan.
Mobil tanki air akan dipusatkan di Cilacap sesuai kebutuhan setempat, namun dapat dialihkan ke Banjarnegara apabila diperlukan. Adapun logistik yang disalurkan berupa sayuran, telur setengah ton, beras setengah ton, dan tambahan lainnya dari berbagai komunitas. "Bantuan ini di luar ekspektasi kami," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto menyampaikan, penggalangan bantuan masih akan difasilitasi apabila setelah pengiriman tahap pertama masyarakat kembali ingin menyalurkan donasi, baik dalam bentuk barang maupun uang. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo