MUNGKID — Pemkab Magelang menghelat Borobudur Fishtival 2025 sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan dan memperkuat sektor perikanan. Kegiatan ini digagas oleh dinas peternakan dan perikanan (Dispeterikan) bertepatan dengan momentum Hari Ikan Nasional di Lapangan drh Soepardi, 25-26 November 2025.
Gelaran dua hari tersebut tidak hanya menghadirkan lomba, pameran, hingga pertunjukan hiburan, tetapi juga membawa pesan lebih dalam. Yakni membangun budaya makan ikan sejak dini dan memperkuat ekosistem ekonomi pelaku usaha perikanan.
Baca Juga: Terparah di Aceh dan Sumut, BNPB Sebut Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor
Hari pertama dibuka dengan lomba senam Gemarikan yang diikuti anak-anak TK dan PAUD dari berbagai wilayah. Gelak tawa, musik ceria, dan atraksi sederhana menandai pendekatan yang dipilih pemerintah, yaitu edukasi gizi sejak usia sekolah.
Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang Joni Indarto menegaskan, program ini tidak dibuat sebagai acara simbolis tahunan. Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan berkaitan langsung dengan kesehatan warga sekaligus peluang ekonomi daerah.
Dia menyebut, perikanan bukan hanya urusan pangan, tetapi bagian dari mata pencaharian warga. "Lewat kegiatan ini kita ingin mendorong produksi, pasar, serta nilai tambah usaha perikanan," ujarnya.
Baca Juga: Bos EO Jogja Ditangkap usai Mengemplang Pajak hingga Tak Menyetorkannya: Begini Penjelasan Kanwil DJP DIY
Tema yang diusung tahun ini yakni Mewujudkan Generasi Emas yang Sehat, Kuat, dan Cerdas 2045. Yang mencerminkan target jangka panjang pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui konsumsi ikan.
Beragam program turut dikenalkan, mulai dari lomba CPIB dan CBIB untuk meningkatkan kualitas benih dan budidaya, kompetisi ikan hias dan aquascape untuk membuka ceruk usaha baru, serta bazar UMKM perikanan sebagai akses promosi dan pemasaran langsung.
Baca Juga: Upaya Lindungi Identitas Daerah, Produk Kesenian dan Budaya di Kabupaten Gunungkidul Masuk dalam Perda Pelindungan Produk Lokal
Selain pembinaan pelaku usaha, Borobudur Fishtival juga mengajak publik memahami manfaat makan ikan secara menyenangkan. Ratusan pelajar mengikuti lomba menggambar bertema ikan, sementara pendongeng Kak Damar tampil membawakan kisah mengenai laut dan hewan air.
Di hari kedua, ada agenda kontes ikan hias, demo olahan ikan, edukasi gizi, serta sesi konsultasi usaha bagi pembudidaya.
Baca Juga: Cegah Monyet Masuk Permukiman, Pakar Studi Satwa Primata IPB University Minta Fokus ke Sumber Pakan dan Alpha Male
Dia berharap, kegiatan seperti ini mampu memberi dampak lebih panjang, bukan hanya ramai saat acara berlangsung.
"Yang ingin dibangun adalah kebiasaan baru, yaitu makan ikan bukan sesekali, tetapi setiap hari. Kalau kebiasaan ini tumbuh, maka budidaya ikan bergerak, pasar bergerak, dan ekonomi ikut bergerak," ujar Joni. (aya)
Editor : Heru Pratomo