Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pemkot Magelang Siapkan Kesiapsiagaan Penuh Hadapi Nataru, Ini yang Akan Dikerjakan

Naila Nihayah • Jumat, 12 Desember 2025 | 13:30 WIB

RAMAI: Warga Kota Magelang maupun luar daerah berduyun-duyun datang ke Alun-alun Magelang untuk menyaksikan pentas kesenian.
RAMAI: Warga Kota Magelang maupun luar daerah berduyun-duyun datang ke Alun-alun Magelang untuk menyaksikan pentas kesenian.


MAGELANG — Pemkot Magelang memastikan seluruh sektor vital kota berada dalam kondisi siap menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mulai dari pengamanan, stabilitas harga pangan, kesiapan infrastruktur, hingga mitigasi bencana harus berada pada level siaga penuh mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Magelang Chrisatrya Yonas Nusantrawan menyampaikan, kesiapsiagaan ini merujuk pada arahan gubernur Jateng dalam rapat forkopimda provinsi. Arahan tersebut meliputi penguatan koordinasi, pengendalian mobilitas masyarakat, dan kesiapan posko terpadu.

Baca Juga: Dishub Sleman Gencarkan Ramp Check Kendaraan jelang Akhir Tahun: Catat 21 Jip Merapi Tak Layak Jalan Karena Ini..

Selain itu, gubernur juga menekankan soal stabilitas harga dan energi, kesiapsiagaan bencana, layanan kesehatan nonstop, serta pengamanan sarana ibadah. "Penegakan satu komando, satu koordinasi, dan satu tujuan harus benar-benar dijalankan seluruh jajaran agar situasi Nataru tetap kondusif," kata Yonas di Aula Adipura Kencana, Kamis (11/12).

Di sektor ekonomi, pemkot menaruh perhatian besar pada stabilitas harga kebutuhan pokok yang umumnya mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan. Yonas menjelaskan, gerakan pangan murah (GPM) telah dilaksanakan sejak Maret hingga Oktober sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Melesat, Perbaikan Infrastruktur Sumut Telah Mencapai 78,69 Persen

Kegiatan GPM, kata dia, masih berlanjut hingga pertengahan Desember di halaman IKM Center. Pemkot juga memperketat pemantauan stok beras, gula, minyak goreng, serta komoditas lainnya. Pasokan LPG dan BBM dilaporkan aman, distribusi lancar, dan tidak ada kendala dari para distributor.

Selain itu, pengawasan kesehatan pangan dilakukan bekerja sama dengan BPOM. Pemeriksaan sampel makanan di pasar tradisional, toko modern, hingga pusat oleh-oleh dilakukan untuk mencegah peredaran bahan tambahan pangan berbahaya.

Menjelang lonjakan aktivitas ekonomi selama libur panjang, pemkot meningkatkan pengelolaan dan keamanan tiga pasar tradisional besar. Seperti di Pasar Rejowinangun, Gotong Royong, dan Kebon Polo.

Baca Juga: Kondisi Kritis! Akses Jembatan Kewek Kota Jogja Mulai Ditutup, Berpotensi Bisa Dibuka Kondisional untuk Cegah Macet Parah

Langkah yang dilakukan meliputi penataan ulang sarana prasarana pasar, pengaturan parkir yang lebih sistematis, dan penambahan tenaga kebersihan. Lalu, patroli keamanan di titik rawan serta penanganan sampah dengan jadwal intensif.

Yonas menilai, volume sampah, pedagang musiman, dan kunjungan masyarakat biasanya meningkat signifikan selama Nataru. "Karena itu semua sektor harus bergerak simultan," ujar Yonas.

Dari sisi keamanan, patroli wilayah 24 jam akan dilaksanakan bersama TNI-Polri dan Satpol PP. Tiga pos pengamanan utama disiapkan di Terminal Tidar, Simpang Trio, dan Gardena atau di Jalan A Yani.

Baca Juga: Pemesanan Hotel dan Transportasi Meningkat, Kunjungan Wisatawan Nataru ke Yogyakarta Diprediksi Capai 1,7 Juta Orang

Untuk mendukung kelancaran mobilitas, dinas perhubungan meningkatkan pemeliharaan sarana lalu lintas seperti PJU, rambu, halte, ATCS, dan Apil. Pemeriksaan kelayakan angkutan kota, pariwisata, taksi, angkutan barang, hingga bus antarprovinsi dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang.

Khusus angkutan barang, kendaraan tiga sumbu atau lebih dan pengangkut material galian dibatasi operasionalnya. Hanya angkutan bahan bakar, pupuk, pangan, pakan ternak, dan uang yang tetap diizinkan beroperasi.

Yonas menambahkan, sejumlah ruas jalan strategis juga telah selesai diperbaiki. Di antaranya Jalan Sudirman, ruas depan RS Harapan, dan Jalan Senopati. Sementara itu, pengerjaan trotoar alun-alun masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum puncak libur Nataru agar kawasan pusat kota dapat digunakan optimal.

Baca Juga: Kondisi Kritis! Akses Jembatan Kewek Kota Jogja Mulai Ditutup, Berpotensi Bisa Dibuka Kondisional untuk Cegah Macet Parah

Kota Magelang juga menyiapkan sektor pariwisata menghadapi peningkatan kunjungan. Seluruh hotel bintang dan nonbintang, destinasi kuliner, serta objek wisata kota diarahkan meningkatkan layanan dan keamanan.

Promosi terpadu, fasilitas lengkap, dan pemeliharaan rutin disiapkan oleh dinas terkait. "Kota Magelang harus menjadi tujuan yang aman, nyaman, dan ramah wisatawan," tegas Yonas.

Kebersihan kota, lanjut dia, turut menjadi prioritas wali Kota Magelang. Mengingat peningkatan aktivitas masyarakat berpotensi menambah volume sampah. Pemkot menyiagakan pos siaga kebersihan di taman kota dan pusat keramaian serta frekuensi pembersihan harian yang ditingkatkan.

Baca Juga: Pemprov DIY Salurkan Bantuan Senilai Rp 3 Miliar hingga Gubernur DIY HB X Bakal Beri Keringanan Biaya Kuliah Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh-Sumatera

Kemudian, koordinasi lintas instansi dengan Satpol PP, dishub, dan pengelola pasar serta mekanisme pelaporan cepat untuk penanganan sampah. "Semua harus siap bergerak cepat untuk menjaga wajah kota tetap bersih," ujar Yonas.

Adapun kesiapan layanan kesehatan diperkuat dengan uji sampel pangan, kesiapan relawan PMI, ambulans dan PSC 119 yang siaga 24 jam, dan pos kesehatan di titik rawan.

Strategi mitigasi bencana juga diperkuat seiring potensi bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Jateng. Pemkot menyiagakan personel terlatih, sistem early warning, kendaraan operasional, dan sarana pendukung.

Baca Juga: Pemulihan Pasca Bencana Aceh Dibantu 4 Ekor Gajah. Gajah Melindungi Manusia, Manusia Merusak Habitatnya

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, seluruh perangkat daerah memiliki peran masing-masing dalam memastikan kelancaran Nataru. "Arahan pemerintah pusat itu universal, tapi setiap OPD harus tahu bagian tugasnya. Semuanya harus ambil peran sesuai SOP, sesuai tupoksi," tegasnya.

Dia menyoroti pentingnya identifikasi risiko gangguan, kesiapan pos kesehatan, armada ambulans dan titik rawan, serta pengendalian inflasi melalui operasi pasar. Lalu, distribusi logistik pangan, respons cepat PDAM dan DPUPR terhadap keluhan air, hingga manajemen lalu lintas oleh dishub. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Pemkot #dAMAR PRASETYONO #Magelang #mitigasi #nataru