MUNGKID — Ribuan potong pakaian disalurkan kepada masyarakat di sekitar Candi Borobudur, bertepatan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Minggu (21/12).
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari kegiatan Solidaritas untuk Sumatera 2025 yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos). Sekaligus rangkaian dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana alam di Sumatra.
Dalam kegiatan itu, perusahaan ritel asal Jepang, UNIQLO, menyalurkan total 15.500 potong pakaian di Indonesia melalui berbagai mitra sosial dan pemerintah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 potong diperuntukkan bagi masyarakat di sembilan desa sekitar Borobudur, dengan 1.000 potong diserahkan langsung kepada warga saat acara berlangsung.
Bantuan pakaian yang dibagikan berupa pakaian baru yang dinilai sesuai untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama di wilayah dengan aktivitas luar ruang yang tinggi. Dukungan tersebut sejalan dengan semangat HKSN yang menekankan gotong royong dan kepedulian lintas sektor.
Kegiatan Solidaritas untuk Sumatra 2025 itu sendiri difokuskan pada penguatan solidaritas nasional. Khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam maupun kelompok rentan.
Baca Juga: Empat Amalan Sunnah Di Bulan Rajab, Bulan Yang Penuh Berkah Dan Keutamaan
Selain di kawasan Borobudur, dukungan juga diarahkan untuk penanganan dampak bencana di Sumatra. UNIQLO menyalurkan bantuan darurat tahap awal berupa dana tunai senilai Rp 1,1 miliar serta 6.500 potong pakaian melalui sejumlah lembaga kemanusiaan dan instansi pemerintah.
Bantuan pakaian tersebut disalurkan ke beberapa wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sementara dana tunai digunakan untuk mendukung keperluan mendesak, seperti logistik, layanan perlindungan, serta upaya pemulihan awal bagi keluarga terdampak.
Corporate Affairs Director of PT. Fast Retailing Indonesia (UNIQLO) Irma Yunita mengutarakan, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Terutama dalam situasi darurat maupun pada momentum solidaritas nasional.
Baca Juga: Kisah Relawan Sepulang dari Bencana Sumatera, Temukan Tubuh Korban Tertimbun Tanah dan Material, Aliran Sungai Jadi Lurus
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga kemanusiaan diperlukan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Program penyaluran pakaian ini, kata dia, merupakan bagian dari inisiatif global yang telah berjalan sejak 2024. Dalam skala internasional, perusahaan tersebut secara rutin mendistribusikan pakaian baru melalui kerja sama dengan berbagai organisasi kemanusiaan, termasuk lembaga internasional.
Baca Juga: Santrinya Meninggal Diduga Dianiaya, Ponpes Santri Manjung Wonogiri Pernah Ditunjuk Kemenag Pusat Ikut Agenda Ponpes Ramah Anak
Di Indonesia, pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks kebutuhan lokal dan agenda sosial nasional. Melalui penyaluran bantuan di Borobudur dan wilayah terdampak bencana Sumatra, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
"Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan dalam membangun solidaritas sosial yang berkelanjutan," bebernya. (aya)