MUNGKID - Sejumlah destinasi wisata alam mulai menunjukkan tren peningkatan kunjungan sejak sepekan terakhir, selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Satu di antaranya Ketep Pass yang menjadi magnet wisatawan yang ingin menikmati panorama pegunungan dan suasana alam terbuka.
Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Magelang Edwar Alfian menyebut, lonjakan kunjungan mulai terasa sejak 20 Desember. Meski belum terjadi ledakan pengunjung, jumlah wisatawan yang datang sudah meningkat hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.
"Per harinya mendekati 1.000 orang. Kalau hari biasa sekitar 200 sampai 300 pengunjung. Jadi ini sudah naik dua kali lipat," kata Edwar di Ketep Pass, Kamis (25/12).
Menurutnya, situasi lalu lintas di wilayah Magelang yang masih relatif lancar menjadi indikasi bahwa arus wisatawan belum mencapai puncak. Hal serupa juga terjadi di kawasan Borobudur yang hingga 25 Desember masih terpantau landai tanpa kemacetan berarti.
"Hari ini masih landai, belum rame banget. Kemungkinan wisatawan baru benar-benar datang mendekati malam tahun baru," ujarnya.
Meski demikian, Edwar optimistis, jumlah kunjungan akan terus meningkat mulai 25 Desember. Hal itu terlihat dari mulai banyaknya kendaraan berpelat luar kota yang masuk ke area parkir Ketep Pass.
'Kalau hari ini kendaraan luar kota sudah mulai masuk. Kemarin-kemarin belum begitu terlihat. Prediksi kami hari ini bisa tembus 2.000 pengunjung," paparnya.
Secara historis, puncak kunjungan wisata di Ketep Pass justru terjadi pada 1 Januari. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan pada tanggal tersebut kerap menembus angka 3.000 orang.
Faktor cuaca menjadi satu variabel yang cukup memengaruhi minat kunjungan wisata alam. Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Magelang dan sekitarnya kerap diguyur hujan, disertai kabut tebal yang naik turun di kawasan pegunungan.
"Cuaca ini timbul tenggelam. Kadang hujan terus, kadang cerah. Ini sangat berpengaruh untuk wisata alam. Tapi justru bagi sebagian wisatawan, kabut juga jadi daya tarik tersendiri," tambahnya.
Tak hanya Ketep Pass, sejumlah destinasi wisata alam lain di Magelang juga mulai merasakan dampak positif libur panjang. Permintaan wisata berbasis pengalaman seperti paket VW Safari, wisata perdesaan, hingga destinasi alam alternatif menunjukkan tren kenaikan, meski belum signifikan.
'Hampir semua daya tarik wisata di Magelang kondisinya mirip. Sudah ada peningkatan, tapi belum meledak. Namun dibanding hari biasa, ini jelas naik," bebernya.
Daya tarik wisata alam Magelang juga dirasakan langsung oleh wisatawan. Sihabuddin, 47 wisatawan asal Jakarta Utara mengaku sengaja memilih destinasi alam sebagai pelarian dari hiruk pikuk kota besar. Ketep Pass menjadi salah satu tujuan utama dalam agenda liburan keluarganya tahun ini.
"Wisatawan itu butuh tantangan dan suasana yang alami. Di sini ada Gunung Merapi, Gunung Merbabu, pemandangannya indah sekali," ujarnya sembari menikmati panorama yang diselimuti kabut.
Meski pemandangan sempat tertutup kabut, dia menilai, suasana alami justru menjadi nilai lebih. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat berbeda dibanding kehidupan sehari-hari di Jakarta yang penuh kemacetan dan polusi.
"Ini sesuatu yang beda dari Jakarta. Kabutnya alami, pemandangannya langsung dari alam. Buat kami ini menyegarkan," ungkapnya.
Ketertarikan Sihabuddin ke Ketep Pass bermula dari media sosial. Anaknya kerap melihat konten wisata Magelang di media sosial, lalu merencanakan perjalanan sejak jauh hari, termasuk memesan paket wisata VW.
Sebelum tiba di Magelang, Sihabuddin bersama keluarga sempat mengunjungi kawasan Gunungkidul, lalu melanjutkan perjalanan ke Candi Mendut. Sihabuddin berencana kembali ke Jakarta pada Jumat (27/12), setelah menghabiskan libur Natal bersama keluarga di Magelang. (aya)
Editor : Heru Pratomo