Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lima Balon Raksasa Mengudara di Magelang, Ribuan Warga Padati Lapangan Sejak Pagi: Begini Keseruannya!

Naila Nihayah • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:48 WIB

MENARIK: Warga berbondong-bondong datang ke Lapangan drh Soepardi untuk menyaksikan penerbangan balon udara, Minggu (29/3/2026). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MENARIK: Warga berbondong-bondong datang ke Lapangan drh Soepardi untuk menyaksikan penerbangan balon udara, Minggu (29/3/2026). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 MUNGKID - Lima balon udara raksasa mengudara dalam rangkaian Pesta Rakyat Grebeg Kupat 2026 di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Mungkid Minggu (29/3/2026).

 Kegiatan yang baru perdana di kawasan ini sekaligus menjadi bagian dalam memeriahkan HUT ke-42 Kota Mungkid.

Ribuan warga tampak antusias mengabadikan momen saat balon-balon berwarna itu perlahan mengembang lalu terangkat.

Baca Juga: DIY Targetkan 7.584 Ton Ikan Tangkap, Andalkan Gunungkidul untuk Penuhi Suplai 4.257 Ton

Balon tersebut mulai diterbangkan sekitar pukul 06.00 dan hanya mencapai ketinggian terbatas akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Rangkaian kegiatan HUT terlaksana sejak Sabtu (28/3/2026), ada tujuh gunungan kupat berisi uang sebagai wujud syukur dan ajang silaturahmi setelah Lebaran. Ada pula penampilan kesenian tradisional dan aneka UMKM.

Agar lebih meriah, panitia menghadirkan balon udara dari komunitas asal Wonosobo, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tradisi balon udara kuat.

Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Cedera, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi via Candi Ceto Karanganyar

Meski hanya lima balon yang diterbangkan, antusiasme warga tetap tinggi.

Warga Ngluwar, Dharma sengaja datang ke Lapangan drh Soepardi untuk menyaksikan penerbangan balon udara.

Dia mengajak kedua anaknya yang mengaku tertarik untuk melihatnya.

"Ini (penerbangan balon udara) menjadi hal baru di Kabupaten Magelang, jadi banyak yang ke sini," lontarnya.

Baca Juga: Mitigasi Pemanasan Global, Pakar UGM Tekankan Pentingnya Menabung Air Hujan dari Atap

Meski balon udara tersebut berasal dari Kabupaten Wonosobo, dia berharap, bisa menjadi percontohan bagi warga Kabupaten Magelang.

"Lebih bagus lagi kalau warga Magelang sendiri yang menerbangkan dengan kreativitasnya masing-masing," tambah dia.

Perwakilan komunitas balon asal Kalibeber, Wonosobo Arul Robiansyah menjelaskan, sebenarnya izin penerbangan hanya diberikan untuk empat balon.

Baca Juga: Tok! KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah terkait Penetapan Suku Bunga, Total Denda Capai Rp755 Miliar

"Tapi kami membawa beberapa balon cadangan, sehingga yang diterbangkan hari ini ada lima," jelasnya.

Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam penerbangan. Angin yang tidak stabil membuat balon tidak dapat terbang maksimal.

"Targetnya bisa sampai 40 meter, tapi karena angin kurang mendukung, tadi hanya sekitar 15 meter," imbuhnya.

Baca Juga: Balik Bareng Honda (BBH) 2026 x Astra Motor Yogyakarta, Siap Berangkatkan Kembali Konsumen Setia Balik Bareng Honda Menuju Jakarta

Setiap balon yang diterbangkan, mengusung tema berbeda. Mulai dari cerita lokal hingga edukasi.

Dia nencontohkan, ada satu balon menampilkan sosok perempuan misterius yang terinspirasi dari cerita rakyat setempat.

Sementara balon lainnya menampilkan karakter kartun seperti Doraemon untuk menarik perhatian anak-anak.

Baca Juga: Empat Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Klaten Lakukan Sweeping Vaksinasi ke Rumah Warga

Selain itu, terdapat pula balon bertema edukasi kebersihan yang menggambarkan anak-anak sedang membersihkan lingkungan, hingga balon polos yang digunakan sebagai contoh untuk kebutuhan branding.

 "Balon tidak hanya untuk hiburan, tapi juga bisa menyampaikan pesan, termasuk edukasi kepada masyarakat," kata Arul.

Balon-balon tersebut memiliki diameter bervariasi, mulai dari 12 meter hingga 20 meter.

Baca Juga: Simpang Tempel Jadi Titik Terpadat Arus Balik Ratusan Ribu Kendaraan Melintas, Arus Lalu Lintas Masih Terkendali

Proses pembuatannya pun tidak sederhana, memakan waktu hingga dua minggu untuk satu balon, dengan biaya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 15 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain.

Arul menjelaskan, tradisi balon udara di Wonosobo sendiri telah berlangsung sejak lama.

Dahulu, penerbangan dilakukan secara bebas, bahkan kerap disertai petasan. Namun kini, tradisi tersebut diakomodasi melalui event resmi agar tetap lestari sekaligus aman.

Baca Juga: Warga Dowong, Bruno Ditetapkan sebagai Tersangka Atas Kasus Peredaran Bahan Peledak Ilegal, Terancam 15 Tahun Penjara

Material balon pun masih mempertahankan unsur tradisional, seperti penggunaan kertas daluang yang dirangkai tanpa cat. Melainkan dari susunan warna kertas.

Panitia Pesta Rakyat Grebeg Kupat 2026, Zanuar Efendi menyebut, penerbangan balon udara dipilih sebagai inovasi kegiatan yang belum pernah digelar di Kabupaten Magelang. "Kita ingin menghadirkan sesuatu yang baru.

Di Kabupaten Magelang ini belum pernah ada dan ternyata antusias warga sangat tinggi," paparnya.

Baca Juga: Perkuat Budaya #Cari_Aman, Astra Motor Yogyakarta Ajak Wisata Edukatif Keselamatan Berkendara

Dia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pesta rakyat yang digelar secara sederhana, namun tetap mampu menghadirkan kebahagiaan bagi warga.

Dia menilai, kegiatan semacam ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru.

Selain menarik pengunjung, kegiatan ini juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga, terutama pelaku UMKM.

Baca Juga: Meski Terjadi Longsor Susulan, Tanjakan Clongop Penghubung Gunungkidul-Klaten Kembali Dibuka

"Kalau dikemas serius, ini bisa jadi event besar. Ada efek ekonomi, UMKM bisa bergerak, bahkan bisa jadi sumber pendapatan daerah," bebernya.

Ke depan, dia berharap, warga Kabupaten Magelang dapat mengembangkan kreativitas serupa, termasuk memproduksi balon udara sendiri.

"Kami berharap nanti ada warga Magelang yang bisa membuat balon sendiri, sehingga ke depan yang diterbangkan adalah karya lokal," sambungnya. (aya/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hut kota #balon udara #raksasa #Mungkid #Magelang