Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gugur Terkena Ranjau Israel di Lebanon, Prajurit TNI Asal Mertoyudan Tinggalkan Istri dan Bayi 7 Bulan

Naila Nihayah • Selasa, 31 Maret 2026 | 20:21 WIB
Situasi rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun Deyangan, Mertoyudan, sudah dipasang tenda dan banyak pelayat, Selasa (31/3).
Situasi rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun Deyangan, Mertoyudan, sudah dipasang tenda dan banyak pelayat, Selasa (31/3).

 

 

MAGELANG – Duka mendalam menyelimuti Dusun Deyangan, Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Salah satu putra terbaiknya, Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan (25), gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, Senin (30/3).

Sertu Ichwan merupakan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam kesehariannya, almarhum bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah naungan Kesdam IX/Udayana.

Baca Juga: Bina 33.532 UMKM dan Ratusan Koperasi, Dinas KUKMP Purworejo Berkomitmen Tumbuhkan Ekonomi Lokal

Pantauan di lokasi pada Selasa (31/3), suasana rumah duka mulai dipadati pelayat. Warga setempat tampak bergotong royong mendirikan tenda di halaman rumah sebagai persiapan menyambut kedatangan jenazah sang prajurit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi saat almarhum tengah menjalankan tugas evakuasi di wilayah penugasan. Kendaraan yang ditumpanginya diduga terkena ranjau darat.

Ketua RT 01/RW 03 Dusun Deyangan, Safrodin menceritakan, saat insiden terjadi, almarhum bersama tim sedang mengevakuasi jenazah prajurit TNI lain. Sertu Ichwan berada di kendaraan paling depan dalam iring-iringan tersebut.

Baca Juga: Ulas Sejarah Lingkungan Indonesia di Inggris, Dosen FIB UGM Prof. Agus Suwignyo Soroti 462 Kasus Sejak 1950

"Informasinya ada iring-iringan dua atau tiga kendaraan. Mas Ichwan berada di kendaraan depan, lalu terjadi ledakan," ujar Safrodin saat ditemui di rumah duka, Selasa (31/3).

Pihak keluarga awalnya menerima kabar simpang siur pada Senin (30/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Kepastian mengenai gugurnya Sertu Ichwan baru diterima keluarga pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, setelah perwakilan satuan datang langsung ke rumah duka.

"Awalnya informasi masih belum jelas. Baru tadi pagi dipastikan setelah ada petugas (TNI) yang datang ke sini," tambah Safrodin.

Baca Juga: Keluhan Retribusi Ganda Wisatawan Gunungkidul di Parangtritis, Pemkab Minta DIY Turun Tangan Fasilitasi Penyelesaian

Di mata warga, Sertu Ichwan dikenal sebagai pribadi yang sangat santun dan memiliki etika tinggi. Meski lebih banyak menghabiskan waktu bertugas di luar daerah, ia dikenal tetap rendah hati dan menjaga silaturahmi dengan tetangga saat pulang ke kampung halaman.

"Anaknya sangat baik dan sopan santun. Kalau sedang pulang, beliau aktif bergaul dengan warga," kenang Safrodin.

Almarhum merupakan putra sulung dari dua bersaudara pasangan almarhum Ismadi dan Yeniati. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri dan seorang anak yang masih berusia tujuh bulan.

Baca Juga: Gaji Belum Dibayar sejak Januari, Karyawan CV Evergreen Buana Prima Sandang Kalasan, Sleman Gelar Aksi Demonstrasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu konfirmasi jadwal kepulangan jenazah dari pusat. Rencananya, jenazah Sertu Ichwan akan dimakamkan dengan penghormatan militer di pemakaman umum Dusun Deyangan.

Warga berharap seluruh prosesi pemulangan hingga pemakaman berjalan lancar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi pahlawan bangsa tersebut. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#sertu muhammad nur ichwan #unifil #lebanon #Israel #Magelang