MUNGKID – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Pada Senin (13/4) malam, gunung api aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) yang mengakibatkan hujan abu tipis di sejumlah wilayah lereng barat daya, Kabupaten Magelang.
Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), APG terekam pada pukul 19.56 WIB dengan amplitudo maksimum 22,11 mm dan durasi 198 detik. Material vulkanik meluncur sejauh 2.000 meter ke arah barat daya, menyasar hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengonfirmasi bahwa sebaran abu vulkanik mulai dirasakan warga di Kecamatan Dukun dan Sawangan sekitar pukul 20.40 WIB.
Baca Juga: Festival Langencarita 2026, Anak-Anak di Kota Jogja Ajak Orang Dewasa Berhenti Nyampah lewat Tembang
"Hujan abu dilaporkan terjadi di dua kecamatan. Meski intensitasnya ringan, warga kami minta tetap waspada terhadap perubahan aktivitas Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi," ujar Bambang, Selasa (14/4).
Sebaran Hujan Abu di Lereng Merapi
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Magelang, wilayah yang terdampak hujan abu meliputi:
- Kecamatan Dukun: Desa Paten, Sengi, Krinjing, Mangunsoko, Sumber, dan Sewukan.
- Kecamatan Sawangan: Desa Kapuhan, Ketep, Wonolelo, Gantang, hingga Krogowanan.
Wawan, salah seorang warga Desa Sengi, menuturkan bahwa abu vulkanik sempat menempel di kendaraan dan teras rumah warga. "Benar ada hujan abu, tapi tipis dan tidak sampai mengganggu aktivitas secara drastis," tuturnya melalui pesan singkat.
Waspadai Bahaya Sekunder dan Jalur Sungai
Bambang Hermanto mengingatkan warga untuk tidak hanya waspada terhadap guguran awan panas, tetapi juga potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan. Mengingat material vulkanik menumpuk di hulu sungai, risiko aliran material sangat tinggi jika terjadi hujan lebat di kawasan puncak.
"Warga diimbau menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Potensi aliran lahar dingin masih sangat nyata, terutama saat cuaca tidak menentu seperti sekarang," tegasnya.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). BPBD Magelang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika terjadi hujan abu dan terus memantau informasi resmi dari BPPTKG atau BPBD setempat agar tidak terhasut oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (aya)
Editor : Heru Pratomo