MAGELANG - Ratusan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia mulai berdatangan ke kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti retret. Kegiatan ini digadang-gadang tidak hanya sekadar forum pertemuan, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk menyelaraskan arah pembangunan antara pusat dan daerah.
Mengenakan seragam komponen cadangan (komcad) bernuansa loreng, para peserta tampak berbaur di Lapangan Sapta Marga. Sebagian berjalan berkelompok, sebagian lainnya sibuk melakukan registrasi ulang.
Sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan hingga 19 April. Setelah selesai, setiap peserta menerima pita dengan warna berbeda sebagai penanda kelompok.
Baca Juga: Hujan Abu Tipis Melanda Dukun dan Sawangan, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Ketua Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), Dance Ishak Palit menyebut, kegiatan retret ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya menyamakan visi antara legislatif daerah dengan pemerintah pusat. "Kami ingin ada satu garis lurus antara program pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota," ujarnya, Rabu (15/4).
Menurutnya, kesamaan visi tersebut penting mengingat DPRD merupakan bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah. Hasil dari retret ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan langsung diimplementasikan dalam kebijakan daerah, terutama melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Dari total peserta yang diundang, sebagian besar telah mengonfirmasi kehadiran. Khusus dari unsur DPRD kota, Dance mencatat, ada 79 dari 92 ketua DPRD hadir, sementara sisanya berhalangan karena alasan kesehatan dan kedinasan.
Hari pertama retret difokuskan pada proses adaptasi peserta. Setelah registrasi dan pemeriksaan kesehatan, agenda dilanjutkan dengan upacara penyambutan pada sore hari. Para peserta dijadwalkan memasuki gerbang utama Akmil menuju Graha Utama, disambut alunan drumband genderang suling canka lokananta (GSCL).
Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil menilai, retret ini sebagai kegiatan strategis untuk memperkuat peran legislatif daerah. "Intinya bagaimana daerah bisa mengakselerasi program-program nasional agar berjalan maksimal," bebernya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti kelas intensif selama tiga hari, yang diisi oleh sejumlah kementerian dan lembaga strategis, seperti Bappenas hingga Lemhannas. Materi yang diberikan mencakup perencanaan pembangunan, kepemimpinan, hingga wawasan kebangsaan.
Berbeda dengan forum-forum resmi pada umumnya, kata dia, retret ini mengedepankan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk aspek fisik dan kedisiplinan. Para peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga menjaga kondisi fisik selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari adanya pemeriksaan kesehatan sejak awal kedatangan. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo