Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dilebarkan karena Faktor Usia dan Sering Kecelakaan, Rp 7,4 M utnuk Perbaikan Jembatan Krakitan di Jalur Magelang-Jogja

Naila Nihayah • Kamis, 4 Juni 2026 | 22:23 WIB

 

Proses pembangunan jembatan Krakitan atau Batang A terus berjalan, Kamis (4/6).
Proses pembangunan jembatan Krakitan atau Batang A terus berjalan, Kamis (4/6).

 

 

MUNGKID - Proyek penggantian Jembatan Batang A atau yang dikenal sebagai Jembatan Krakitan di Jalan Magelang-Jogja memasuki tahap konstruksi. Pekerjaan ini bukan sekadar perbaikan, melainkan kondisi struktur dinilai telah melampaui umur teknis sekaligus tingginya risiko kecelakaan di lokasi tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Tengah, Jutika Aditya Nugraha menjelaskan, berdasarkan hasil survei dari Kementerian Pekerjaan Umum, jembatan ini sudah melampaui umur rencana.

Sebab jembatan itu diperkirakan sudah berusia lebih dari 50 tahun. Karena itu, kondisi bangunan bawah dinilai tidak lagi memenuhi standar kelayakan. "Struktur bawahnya sudah tua, sehingga memang harus diganti," ujar Jutika di lokasi, Kamis (4/6).

Baca Juga: BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No.5 Tahun 2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker, Melainkan Penguatan Pengawasan Obat Nasional

Selain faktor usia, kata dia, aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan penting. Lebar jembatan eksisting yang hanya sekitar enam meter dinilai tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama di jalur Magelang-Jogja.

Kondisi tersebut, menurut Jutika, berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan di lokasi itu. "Dari pengamatan kami dan laporan Satlantas, di titik ini cukup sering terjadi kecelakaan. Salah satu penyebabnya karena lebar jembatan yang terbatas," katanya.

Jutika menjelaskan, melalui proyek penggantian ini, pemerintah tidak hanya membangun ulang struktur jembatan, tetapi juga melakukan pelebaran signifikan. Lebar aspal akan ditingkatkan dari enam meter menjadi delapan meter, dengan total lebar jembatan mencapai sepuluh meter. “Termasuk trotoar dan pagar pengaman,” katanya.

Baca Juga: Beri Dukungan Bagi Nadiem, Driver Gojek Gelar Konvoi Aksi Solidaritas Lintasi Jalur Protokol Yogyakarta 

Dia menyebut, proyek yang dibiayai dari APBN 2026 ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 7,4 miliar dan dikerjakan oleh CV Sumber Wijaya Sakti 1. Total panjang penanganan mencapai 350 meter dengan bentang utama jembatan sepanjang 18 meter.

Kontrak pekerjaan telah dimulai sejak 29 April 2026, dengan target penyelesaian selama 180 hari kalender atau sekitar 26 Oktober 2026. Meski kontrak dimulai sejak akhir April, penutupan total jembatan baru dilakukan pada 1 Juni 2026.

Penggantian Jembatan Batang A sendiri hanya dilakukan pada satu sisi, yakni arah Magelang menuju Jogja. Sementara sisi sebaliknya dinilai masih dalam kondisi relatif baik karena dibangun lebih belakangan, sekitar era 1980-an.

Baca Juga: Skema Droping Air Bersih di Gunungkidul Kini Prioritaskan Anggaran dari Kapanewon

KBO Satlantas Polresta Magelang Iptu Rosyid Sugiarto menjelaskan, skema utama yang diterapkan adalah penggunaan Jembatan B sebagai jalur dua arah. Ruas yang sebelumnya hanya dilalui kendaraan dari arah Jogja menuju Magelang, kini difungsikan untuk menampung arus dari kedua arah.

Penerapan contraflow ini, kata dia, menjadi krusial, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama dengan volume kendaraan tinggi, terutama pada jam-jam sibuk. "Ini untuk mengakomodasi penutupan di Jembatan Batang A," ujarnya.

Baca Juga: Dinkes Genjot KKS, Kabupaten Magelang Bidik Kenaikan Status pada 2027

Rosyid menyebut, meski skema ini dirancang untuk menjaga kelancaran, potensi kepadatan tetap tidak bisa dihindari, terutama pada jam-jam tertentu. Berdasarkan pemantauan dua hari ini, lonjakan volume kendaraan terjadi dalam dua gelombang pada pagi hari, yakni sekitar pukul 06.30-07.00 dan kembali meningkat pada pukul 07.30-08.00.

Sementara pada sore hari, kepadatan cenderung terjadi dari arah Jogja menuju Magelang, mulai pukul 15.00-18.00. "Pola kepadatan sudah mulai terlihat. Pagi ada dua gelombang, dan sore hari didominasi arus dari Jogja ke Magelang," jelasnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#jembatan krakitan #magelang-jogja #sering kecelakaan #batang A #kementerian pekerjaan umum