Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bongkar Fondasi Lapisan Ke-9 Candi Losari, Tim Juru Pugar Temukan Arca Dewa Surya dan Kotak Ritual Berisi Lempengan Emas

Naila Nihayah • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:50 WIB

 

Tim juru pugar menemukan dua arca dan peripih saat proses pemugaran.
Tim juru pugar menemukan dua arca dan peripih saat proses pemugaran.

 

 

 

 

MUNGKID - Di sela pemugaran Candi Losari di Salam, Kabupaten Magelang tim juru pugar menemukan dua blok arca dan peripih yang diduga menjadi bagian dari candi tersebut. Penemuan itu terjadi saat tim melakukan pembongkaran hingga lapisan ke-9 struktur candi.

Juru pugar, Restu Hidayat mengutarakan, dua blok arca ditemukan dalam posisi terkubur di bawah lantai, sekitar tiga lapis dari permukaan. "Setelah itu kami lanjutkan penggalian sampai tanah asli, dan ditemukan peripih atau kotak peripih," ujarnya di lokasi, Kamis (4/6).

Peripih merupakan wadah ritual yang umumnya ditempatkan di bagian inti bangunan candi sebagai simbol sakral. Dalam temuan di Candi Losari, kotak peripih tersebut tidak lagi utuh.

Baca Juga: Pasca-Pergantian Kepala BGN, Kejagung Geledah Kantor Sejak Dini Hari, Komisi III DPR Buka Suara

 Di dalamnya hanya tersisa selembar emas berukuran sekitar satu sentimeter persegi. Restu menduga, isi peripih tersebut telah hilang sejak lama dan baru ditemukan pada 21 April 2026. "Peripihnya terpisah dan kemungkinan sudah pernah diambil atau dicuri sejak dulu," kata Restu.

Restu menambahkan, jumlah keseluruhan arca diperkirakan sebanyak delapan blok. Sehingga masih menyisakan tiga blok arca lagi. Namun, dia juga tidak bisa memastikan keberadaan ketiganya. Sementara dua arca dan peripih yang baru ditemukan kini berada di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X.

Dia menjelaskan, pemugaran Candi Losari memang dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan paling dasar. Berbeda dengan pemugaran biasa, struktur candi dibongkar total untuk memastikan kekuatan fondasi.

Baca Juga: BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No.5 Tahun 2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker, Melainkan Penguatan Pengawasan Obat Nasional

Candi Losari sendiri dikenal sebagai situs yang unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diduga akibat tertimbun material letusan Gunung Merapi di masa lalu.

Penanggung jawab rekonstruksi, Junawan menambahkan, dua arca yang berhasil ditemukan merupakan representasi Dewa Surya, dewa matahari dalam tradisi Hindu. Secara umum, seluruh arca memiliki bentuk yang sama dengan perbedaan ukuran yang sangat tipis.

Baca Juga: Pasca-Pergantian Kepala BGN, Kejagung Geledah Kantor Sejak Dini Hari, Komisi III DPR Buka Suara

Selain arca, tim juga menemukan kotak peripih atau wadah ritual yang lazim ditempatkan di bagian inti bangunan candi. Peripih ini menjadi salah satu indikator penting fungsi sakral Candi Losari pada masa lalu.

 

Di dalam kotak tersebut, ditemukan lempengan logam berwarna kekuningan berbentuk hampir persegi dengan ukuran sekitar 1,5 x 1,5 sentimeter dan ketebalan kurang dari satu milimeter. "Belum bisa dipastikan emas karena masih menunggu uji laboratorium," terangnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#arca dewa surya #juru pugar #kotak ritual #candi losari #Magelang