Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen Capai 72,66 Persen, Konstruksi Sejumlah Seksi Dikebut Tahun Ini

Naila Nihayah • Selasa, 9 Juni 2026 | 17:49 WIB
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa

 



MUNGKID - Hingga awal Juni 2026, progres pengadaan tanah untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen mencapai 72,66 persen. Meski sempat vakum selama sekitar dua bulan karena proses administratif, pemerintah memastikan tahapan pembebasan lahan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen, Muhammad Fajri Nukman menjelaskan, secara keseluruhan progres pengadaan tanah sudah melewati lebih dari separuh target. Meskipun terdapat perbedaan capaian di tiap seksi.

Dia menyebut, per Selasa (9/6) totalnya mencapai 72,66 persen. Rinciannya seksi 1 sudah 98,93 persen, seksi 2 93,6 persen, dan seksi 3 83,02 persen. "Kemudian seksi 4 70,30 persen, seksi 5 masih 31,15 persen, dan seksi 6 sudah 97,93 persen," ujarnya di kompleks Setda Kabupaten Magelang, Selasa (9/6).

Baca Juga: Ini Alasan Prioritaskan Pengembangan Awal Sumbu Folosofi di Kawasan Gumaton sebelum Sampai Panggung Krapyak  

Fajri mengatakan, keterlambatan pembayaran ganti rugi yang sempat terjadi bukan berarti proses pengadaan tanah berhenti sepenuhnya. Kendala tersebut disebabkan oleh keharusan pembaruan izin lokasi (penlok) dari gubernur Jawa Tengah yang menjadi dasar legal administrasi pengadaan lahan.

"Sekarang izin lokasi sudah terbit, dan kami akan segera berkoordinasi dengan Kanwil BPN Jawa Tengah untuk melanjutkan proses ke tingkat kabupaten/kota," jelasnya.

Dia menambahkan, masa berlaku izin lokasi yang baru mencapai tiga tahun. Namun PPK menargetkan seluruh proses pengadaan tanah dapat diselesaikan lebih cepat, yakni pada 2027. "Target kami pengadaan tanah tuntas tahun depan," imbuhnya.

Baca Juga: Mengenang Prof. Teuku Jacob: Dari Penemu Fosil Sangiran hingga Penggagas Kajian Perdamaian Dunia

Sejumlah titik krusial masih dalam pembahasan. Satu di antaranya terkait desain trase di wilayah Desa Losari dan Desa Kalipucang, Kecamatan Grabag. Hingga kini, keputusan apakah akan menggunakan skema terowongan atau jalan konvensional masih menunggu finalisasi desain.

Selain itu, rencana pembangunan exit tol di kawasan Mungkid juga masih dalam tahap awal. Saat ini, proyek tersebut baru memasuki penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah, meskipun desain teknisnya telah rampung.

 
"Targetnya tahun ini dokumen diajukan ke gubernur untuk mendapatkan izin lokasi," katanya.
 
Baca Juga: Mewujudkan Ekonomi Pancasila, Pemerintah Dorong UU Sistem Ekonomi Nasional dan Program Strategis

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarso menyebut, beberapa segmen ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2026. Seperti seksi 1 di wilayah Jogja ditargetkan selesai konstruksi Agustus tahun ini.

"Kemudian seksi 6 di Ambarawa juga selesai lebih cepat, sekitar Juni ini, dan diharapkan bisa dioperasikan tahun ini," jelasnya.

Dia menilai, seksi 6 sepanjang sekitar 5 kilometer (km) dinilai strategis karena terhubung langsung dengan ruas tol Semarang-Solo yang sudah lebih dulu beroperasi. Sehingga manfaat konektivitas dapat segera dirasakan masyarakat.
 
Baca Juga: Mengenang Prof. Teuku Jacob: Dari Penemu Fosil Sangiran hingga Penggagas Kajian Perdamaian Dunia

"Kami membangun segmen yang tersambung dengan jalan tol yang sudah operasional agar dampaknya langsung terasa," sambungnya.

Selain itu, pembangunan seksi 2 sepanjang sekitar 15 km telah dimulai sejak April 2026. Dalam waktu dekat, konstruksi seksi 3 dari Palbapang menuju Kota Magelang sepanjang 8 km juga akan dimulai.

"Total ada sekitar 23 kilometer yang mulai dikerjakan tahun ini dari Banyurejo sampai Magelang kota," sebut Dwi.
 
Baca Juga: Mewujudkan Ekonomi Pancasila, Pemerintah Dorong UU Sistem Ekonomi Nasional dan Program Strategis

Untuk seksi lanjutan menuju Temanggung, yakni seksi 4 dan seksi 5, pembangunan direncanakan dimulai pada 2027. Secara keseluruhan, proyek tol Jogja-Bawen ditargetkan rampung paling lambat awal 2029.

Terkait kemungkinan pembukaan fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dwi masih mempertimbangkan faktor kesiapan konstruksi dan keselamatan pengguna jalan. "Kalau belum siap, tentu tidak akan kami paksakan," tegasnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo
#terowongan #grabag #PT Jasamarga Jogja Bawen #Magelang #tol jogja bawen