
MUNGKID - Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang mulai menambah fasilitas pelayanan buntut arus pengunjung yang terus meningkat. Fasilitas itu adalah pos kesehatan di lantai dasar menara masjid untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan jemaah dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu.
Pos kesehatan tersebut dibuka melalui kerja sama Badan Pengelola MAJT An-Nuur dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, Baznas, dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Pos ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama bagi pengunjung yang mengalami keluhan kesehatan selama berada di kawasan masjid.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menuturkan, penambahan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya pengelola untuk menyesuaikan pelayanan. Terlebih, semakin banyak orang yang datang ke masjid tersebut.
Baca Juga: Pantai Trisik Makin Kritis Digerus Abrasi, Garis Pantai Mundur 50 Meter, Gelombang Tinggi Paksa 30 Nelayan Libur Melaut
"Ini untuk memberikan layanan kesehatan terhadap para pengunjung yang sebagian besar datang dari berbagai daerah," kata Asfuri saat peluncuran, Rabu (12/8).
Selama ini, dia menyebut, MAJT An-Nuur tidak hanya dikunjungi masyarakat sekitar. Letaknya yang berada di jalur wisata membuat masjid tersebut menjadi satu tempat persinggahan rombongan yang bepergian menuju kawasan Borobudur maupun Jogja.
Selain itu, MAJT An-Nuur juga mulai menjadi tujuan wisata religi. Rombongan dari berbagai daerah kerap menjadikan masjid tersebut sebagai satu titik persinggahan dalam perjalanan mereka. Sehingga jemaahnya semakin banyak.
Baca Juga: Di Depan Gubernur DIY HB X, Bupati Kulon Progo Minta Jalan Dekso-Plono Segera Diperbaiki
Meningkatnya kunjungan tersebut, kata Asfuri, membuat kebutuhan fasilitas pendukung ikut bertambah. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi seperti itu, keluhan kesehatan ringan maupun keadaan darurat menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi pengelola. Terlebih, sebagian pengunjung menempuh perjalanan cukup jauh sebelum tiba di MAJT An-Nuur.
Asfuri mengatakan, keberadaan Pos Kesehatan merupakan satu upaya agar MAJT An-Nuur dapat memberikan pelayanan yang lebih lengkap kepada masyarakat. Dengan begitu, lanjut dia, fungsi utama masjid ini menjadi lebih luas dan bermanfaat.
Baca Juga: Dorong Iklim Usaha Sehat, KPPU Imbau Perusahaan Swasta dan BUMN Perkuat Sistem Kepatuhan
Sekretaris Dinkes Kabupaten Magelang Oktora Kunto Edhy menambahkan, kebutuhan pos kesehatan tersebut muncul seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Sehingga keeradaannya dapat menjadi pertolongan pertama pada kecelakaan atau kegawatdaruratan.
Dia menyebut, keluhan yang ditangani di antaranya kondisi ringan yang mungkin dialami pengunjung setelah menempuh perjalanan jauh. Seperti merasa tidak enak badan, masuk angin, pusing, atau keluhan lain.
"Habis perjalanan jauh kan perlu ada dikasih-kasih apa itu, minyak kayu putih, begitu," bebernya.
Baca Juga: Warning! Hanya dalam Tempo Enam 6 Bulan, 26 Anak di Wonogiri Jadi Korban Kekerasan
Selain pertolongan pertama, kata Kunto, pengunjung dapat memperoleh konsultasi kesehatan dan pemeriksaan dasar. Pos tersebut juga dilengkapi fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana, antara lain untuk mengetahui kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Namun, pemeriksaan laboratorium itu dikenakan biaya.
Untuk tahap awal, pos kesehatan MAJT An-Nuur belum dibuka setiap hari. Petugas baru disiagakan selama tiga hari dalam sepekan dengan menyesuaikan waktu yang diperkirakan menjadi periode ramai kunjungan, yaknni Jumat-Minggu. (aya)
Editor : Heru Pratomo