
MAGELANG – Tugas sehari-hari berkaitan dengan bus, orang-orang yang bekerja di Terminal Tipe A Tidar Magelang memeriahkan HUT ke-81 RI dengan cara unik . Untuk kali pertama, bus yang sehari-hari menjadi transportasi publik justru dijadikan arena adu kekuatan dan kekompakan.
Peserta dari agen bus, Ayik mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan yang baru pertama kali digelar tersebut. "Seru bisa ikutan lomba ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI. Apalagi ini baru pertama kali," paparnya Kamis (13/8).
Kegiatan bertajuk lomba tarik bus itu diikuti oleh delapan tim, baik dari internal maupun eksternal terminal. Panitia telah menyediakan dua armada bus dengan bobot 10,6 ton.
Baca Juga: Tiga Puluh Tahun Wafatnya Wartawan Udin: PWI DIY Awali Langkah Pengusulan Pahlawan Nasional
Masing-masing tim yang terdiri dari enam orang itu adu tenaga menarik bus sejauh 25 meter. "Sistemnya gugur, yang melewati garis finish terlebih dahulu itu pemenangnya," kata Ketua panitia lomba, Aryo Hananto.
Sebelum lomba digelar, panitia telah melakukan uji coba untuk memastikan enam orang dalam satu tim mampu menarik bus hingga jarak yang ditentukan. "Sudah dicoba dan sudah kita laksanakan, mampu," imbuhnya.
Sebanyak delapan tim ambil bagian dalam lomba perdana tersebut. Peserta terdiri atas tim asongan, agen bus, pegawai terminal, pelaku UMKM, Serikat Pekerja Terminal Indonesia (SPTI), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta Dishub Provinsi Jateng di Magelang.
Baca Juga: Dikontrak PSIM Jogja di Usia 16 Tahun, Kiper Muda Athaullah Daib Akan Nglaju Jogja-Playen
Meski dikemas sebagai hiburan, panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan total Rp 1 juta. Juara pertama mendapatkan Rp 500 ribu, juara kedua Rp 300 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp 200 ribu.
Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menuturkan, lomba itu sengaja dibuat berbeda dari perlombaan kemerdekaan pada umumnya. Tarik bus dipilih karena berkaitan dengan aktivitas dan identitas terminal sebagai tempat pelayanan serta pengawasan angkutan umum.
"Kenapa kami melaksanakan lomba tarik bus? Karena identik dengan tugas kerja kita. Salah satunya terkait dengan pengawasan angkutan umum yang masuk di Terminal Tidar," bebernya.
Di sisi lain, lanjut dia, perlombaan juga menjadi cara untuk memperkenalkan suasana di balik aktivitas terminal kepada masyarakat. Terminal tidak hanya menjadi tempat bus datang dan berangkat, tetapi juga memiliki komunitas pekerja dengan berbagai peran yang saling berhubungan.
Dua bus yang digunakan dalam perlombaan adalah bus Handoyo dan bus Harapan Jaya. Keduanya dipilih dengan bobot kendaraan atau gross vehicle weight (GVW) yang sama sehingga tidak memberikan keuntungan kepada salah satu tim. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo