Keluhan Sama, 140 Warga Kajoran Ddiduga Keracunan Es Buah yang Dibeli di Sidowangi

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:05 WIB
BERDATANGAN: Warga Kajoran mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi es buah dan dilarikan ke puskesmas maupun rumah sakit, Rabu (14/10/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA
BERDATANGAN: Warga Kajoran mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi es buah dan dilarikan ke puskesmas maupun rumah sakit, Rabu (14/10/2026). NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA


MUNGKID - Sekitar 140 warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah. Para korban mengalami gejala serupa, mulai dari mual, diare, pusing, hingga demam. Sejumlah warga harus menjalani rawat inap, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kejadian dengan menguji sampel sisa es buah.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, di Puskesmas Kajoran 1, mobil ambulans terus berlalu-lalang. Sejumlah warga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara lainnya menjalani pemeriksaan di puskesmas maupun rawat jalan.

Camat Kajoran Djoko Susilo mengatakan, hingga pukul 16.00, Puskesmas Kajoran 1 telah menerima sekitar 140 warga yang diduga mengalami keracunan es buah. Keluhannya pun sama, mulai dari pusing, sakit perut, hingga muntah.

"Keluhan dan penyebabnya sama (usai mengonsumsi es buah)," bebernya, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Gus Nurul Ganti Laporkan Keluarga Korban, Bawa Pasal soal Pengancaman dan Pemerasan

Seorang warga, Minto Widodo, 37 mengaku mulai merasakan sakit perut beberapa jam setelah mengonsumsi es buah pada Senin (12/10/2026). Semula, dia mengira hanya mengalami masuk angin. Namun, kondisi itu berlanjut hingga dini hari ketika dia mulai mengalami diare berulang.

Minto merupakan guru di SD Negeri Sutopati 5. Dia mengonsumsi es buah yang dibeli rekannya untuk persiapan rapat bersama tenaga pendidik dari SD Negeri Sutopati 5 dan SD Negeri Kajoran 2. Rapat tersebut berlangsung di SD Negeri Kajoran 2 pada Senin siang.

Dia mengatakan, es buah dibeli di kawasan Sidowangi, kemudian dibagikan kepada peserta rapat. Minto menyebut, minuman itu berisi potongan semangka, kelapa muda, dan blewah, dengan kuah berwarna merah muda yang dicampur susu.

Keluhan, kata dia, tidak langsung muncul setelah minum es buah. Minto baru merasakan perut melilit pada malam hari. Sekitar pukul 04.30 pada Selasa dini hari, dia mulai mengalami diare yang berulang hingga beberapa kali.

Baca Juga: Diduga Jadi Operasional Pengumpul Uang Suap, Land Cruiser Mantan Bupati Kebumen Disita KPK

"Awalnya perut terasa melilit, tetapi malam itu belum diare. Pukul 04.30 sudah mulai diare, kemudian pukul 05.00, 05.30, dan 06.00. Hari ini sudah enam kali," keluhnya.

Selain diare, Minto juga merasakan pusing dan mual. Dia semula tidak berniat memeriksakan diri karena mengira keluhannya ringan. Namun, tmannya membawa dia ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan.

Dia pun mendapat obat dan oralit untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Kondisi perutnya mulai membaik setelah mendapat penanganan, meski pusing masih dirasakan.

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah membenarkan adanya dugaan keracunan yang dialami warga Kajoran. Para korban mengalami gejala dan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, termasuk pasien yang menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Windah Basudara Tanggapi Tuduhan Buzzer Usai Berkomentar soal Karhutla

Dari hasil penelusuran awal, dugaan sementara mengarah pada es buah yang dijual di kawasan tersebut. Es buah itu, kata La Ode, merupakan dagangan biasa, bukan makanan yang disediakan dalam kegiatan atau acara tertentu.

"Kita sudah olah TKP, sudah mengamankan sampel sisa makanan, nanti diuji di Labkesda bekerja sama dengan dinas kesehatan," paparnya.

Berdasarkan keterangan awal, waktu konsumsi es buah berbeda-beda. Sebagian warga mengonsumsinya pada Senin, sedangkan lainnya pada Selasa. Perbedaan waktu konsumsi tersebut diduga berkaitan dengan waktu munculnya gejala pada masing-masing korban.

La Ode menuturkan, keluhan dapat muncul sekitar delapan hingga sepuluh jam setelah konsumsi. Karena itu, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring pendataan dan munculnya gejala pada warga lain.

Baca Juga: Gandrung Sewu 2026 Bakal Diikuti 200 Penari dari Luar Daerah, Tampil dengan Konsep Malam

Polisi pun masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk menelusuri sumber es buah yang dikonsumsi para korban. La Ode menegaskan, penyebab kejadian belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan sampel keluar.

Sementara itu, Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang Rurit Obyantoro menuturkan, pasien mulai berdatangan kemarin (14/10) sekitar pukul 11.00 dengan diagnosa sementara dugaan intoksikasi atau keracunan.

Hingga pukul 15.07, rumah sakit tersebut telah menerima 37 pasien. "Jumlah itu terdiri atas 12 anak-anak, dua ibu hamil, dan 23 pasien dewasa. Kemungkinan masih akan bertambah," terangnya.

Dari total tersebut, delapan orang harus menjalani rawat inap, yakni dua anak-anak, dua ibu hamil, dan empat pasien dewasa. Sementara itu, satu pasien telah diperbolehkan pulang dan pasien lainnya masih menjalani observasi.

Baca Juga: 51 Jam Blackout Total, Warga Bintan Alami Kendala Aktivitas dan Komunikasi

"Rata-rata keluhannya mual, diare, dan demam. Dugaan sementara suspek intoksikasi, tetapi penyebab pastinya masih kami telusuri," ujar Rurit.

Rurit mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, pasien diduga mengalami keluhan setelah mengonsumsi es buah yang dijual di lokasi menetap di wilayah Kajoran. Waktu konsumsi diperkirakan berlangsung pada Minggu hingga Selasa, sedangkan kemunculan gejala berbeda-beda.

"Sebagian warga yang lebih dahulu mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan di puskesmas setempat," imbuhnya. (aya/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
keracunan es buah rawat inap uji sampel Kajoran Mungkid