Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan dari 400 lebih pemudik yang tercatat, seluruhnya sudah melakukan rapid test antigen. Dengan hasil seluruhnya adalah negatif. "Semua pemudik yang tiba di Kebumen kita minta semua untuk dilakukan rapid test antigen," kata Arif kemarin (6/5).
Arif meminta, selain menjalani rapid test antigen, pemudik juga harua melakukan isolasi mandiri selama empat hari. Arif mengingatkan kembali, jika larangan mudik sudah berlaku dari 6-17 Mei mendatang. Ia meminta masyarakat untuk patuh terhadap aturan pemerintah agar tidak mudik pada Lebaran tahun ini. "Kami berharap tidak ada lagi warga yang mudik sesuai larangan pemerintah, di waktu yang sudah ditetapkan. Jika yang sudah mudik, harus isolasi empat hari di rumah," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Arif juga meminta seluruh desa-desa di Kebumen untuk kembali mengaktifkan posko Satgas Covid-19. Posko ini penting untuk melakukan pendataan dan pengawasan kepada siapapun warga masyarakat yang telah mudik. Seperti di Kalisari, Rowokele, Arif mengapresiasi karena posko satgas Covid-19 sudah didirikan. "Bagus sekali untuk melakukan pemantauan, pendataan dan pengawasan tentang siapa dan berapa warga kita yang mudik, untuk selanjutnya agar bisa diarahkan taat atutan," beber Arif.
Sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menuturkan ada 77 pemudik di Kecamatan Sempor yang juga telah melakukan rapid test antigen pada Selasa (4/5). Saat ini, mereka sedang isolasi mandiri selama empat hari setelah hasil tes menunjukkan negatif.
Isolasi empat hari, lanjut Tugiman, dilakukan di rumah masing-masing. Untuk mengetahui kondisi kesehatan pasca perjalanan mudik. Selain di Kecamatan Sempor, rapid test antigen juga digelar di Kecamatan Sadang pada Senin (3/5). Total, ada 189 pemudik yang seluruh hasilnya adalah negatif. "Selanjutnya di Kecamatan Karanganyar, 20 pemudik yang mengikuti rapid test antigen, semua hasilnya negatif," ungkap Tugiman. (eno/din/er) Editor : Administrator