Ada banyak pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Berirama. Jenderal Yani merupakan Pahlawan Revolusi saat peristiwa G30S/PKI pada 30 September 1965. Ada pula tokoh pendirian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu Oerip Soemoharjo.
Pahlawan lainnya adalah komponis lagu kebangasaan Indonesia Raya Wage Rudolf Soepratman. Ada pula Kasman Singodimedjo, anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan Jaksa Agung Indonesia periode 1945 -1946.
Bahkan, ada Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dia merupakan tokoh penumpasan PKI.
Pengamat budaya Purworejo Agung Pranoto menyebutkan Monumen Jenderal A. Yani diresmikan 1992 silam. ”Dulu diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah waktu itu, Pak Ismail, di tanggal 8 November 1992,” jelasnya kemarin (30/9).
Agung menegaskan, saat itu Gubernur menyatakan salah satu hal yang harus terus diingat para pejabat daerah adalah nguri-nguri pahlawan dengan membangun tugu peringatan semacam monumen. Itu akan menjadi perjalanan sejarah sebagai pengingat generasi penerus untuk meneladani para pendahulu.
”Pesan penting itu disampaikan Beliau (Ismail) saat memberikan sambutan," ulas Agung.
Agung menyebutkan, saat itu Bupati Purworejo Goerito melaporkan monumen yang berada di Kelurahan Kledungkradenan, Kecamatan Banyuurip, itu berdiri di atas tanah seluas 0,8 hektare. Monumen terdiri patung perunggu Jenderal Ahmad Yani setinggi 4,5 meter. Patung itu karya seniman Jogjakarta Dunadi.
"Posisi patung tegak menghadap ke tenggara, tepat ke arah jalan. Di mana, pengguna jalan dari arah Jakarta bisa melihat jelas patung itu," jelas Agung.
Pantuan Radar Purworejo, monumen itu tampak megah. Patung Jenderal A. Yani yang diapit dua buah meriam berdiri di atas tiga undakan yang cukup tinggi. Di sekelilingnya terdapat taman cantik.
Pemkab Purworejo menyediakan semacam joglo untuk pertemuan. Ada pula perpustakaan kecil di sebelah barat patung. Perpustakaan itu menyimpan buku-buku sejarah dan foto-foto perjuangan Jenderal Ahmad Yani.
Keasrian kawasan utama monumen selalu dijaga. Perawatan dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo.
"Saban hari tempat ini dibersihkan. Kami menempatkan petugas kebersihan khusus untuk tempat ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo Al Bambang Setyawan.
Petugas diberi tanggung jawab membersihkan lokasi sekitar patung. "Semua aset yang ada masih terawat dengan baik. Memang selama ini lebih banyak ditutup. Tapi, tidak jarang dibuka untuk bisa dinikmati masyarakat," jelas Al Bambang. (udi/amd) Editor : Administrator