Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Yang perlu Diketahui dari Meningkatnya Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 8 Desember 2023 | 16:46 WIB
Virus Covid 19 (Google/@sehat negeriku)
Virus Covid 19 (Google/@sehat negeriku)

RADAR PURWOREJO - Dalam laporannya perihal Peningkatan Kasus COVID di Indonesia
Desember 2023, Ketua Satgas COVID PB IDI, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), MSc melaporkan bahwa Secara global, selama periode 28 hari dari 23 Oktober 2023 hingga 19 November 2023:

- 104 negara melaporkan kasus baru COVID-19

- 43 negara melaporkan kematian akibat COVID-19


Peningkatan COVID-19 di Malaysia: Kasus COVID-19 meningkat 58,4% dari pekan sebelumnya (dari 2328 kasus menjadi 3986 kasus).

Penyebab peningkatan kasus di Singapura dan Malaysia:

- Mobilisasi yang tinggi
- Kumpul bersama keluar maupun teman, berliburan antar negara maupun kota.
- Liburan akhir tahun meningkatkan mobilisasi masyarakat
- Fungsi vaksin booster SARS-CoV-2 mulai menurun
- Antibodi terhadap SARS-CoV-2 menurun

Baca Juga: Menohok ! Usai Kiki Master Chef kalah : Chef Renatta Masih Diserbu Komentar Miring Netizen

Varian SARS-CoV-2 Saat Ini

- CDC, Amerika Serikat: didominasi oleh BA.2.86, sehingga berubah klasifikasi dari variant under monitoring (VUM) menjadi variant of interest (VOI).
- WHO saat ini mendeteksi beberapa varian, yaitu:
- Variants of interest (VOIs): XBB.1.5, XBB.1.16, EG.5 and BA.2.86
- Variants under monitoring (VUMs): DV.7, XBB, XBB.1.9.1, XBB.1.9.2 and XBB.2.3
- Di Indonesia, peningkatan kasus diduga karena varian EG.5

Gejala dari Subvarian BA.2.86, EG.5, dan HK.3
Gejala: gejala ringan sebagaimana Omicron. Saat ini, belum dapat dipastikan apakah infeksi BA.2.86, EG.5, dan HK.3 menghasilkan gejala yang berbeda dari varian lainnya.

Kesamaan Gejala COVID-19: Secara umum, gejala COVID-19 cenderung serupa di antara berbagai varian (demam tinggi, batuk, rhinorrhea, kehilangan penghidu dan pengecap).

Baca Juga: LLDIKTI V Yogyakarta Raih Predikat Zona Integritas Bebas Korupsi

Faktor Penentu Berat-Ringannya Gejala
Jenis dan tingkat keparahan gejala biasanya lebih bergantung pada kekebalan tubuh seseorang daripada varian yang menyebabkan infeksi
● Kekebalan tubuh yang rendah umumnya ditemukan pada
○ Lansia
○ Orang dengan komorbiditas (misalkan diabetes mellitus, hipertensi, gangguan ginjal), khususnya yang tidak terkontrol
○ Orang dengan kondisi imunokompromis (HIV, autoimunitas, kanker). (*)

SUmber: IDI

Editor : Iwa Ikhwanudin
#COVID