RADAR PURWOREJO - Korban tewas akibat gempa bumi yang melanda jepang pada tahun baru kemarin telah bertambah menjadi 161 orang pada Senin (8/1) dan lebih dari 100 orang hilang belum ditemukan.
Turunnya salju diduga mempersulit upaya bantuan.
Lebih dari 2000 orang masih terputus sejak gempa berkekuatan 7,6 skala Richter pada tahun baru kemarin, dan ribuan tentara, petugas pemadam kebakaran dan polisi terus mencari bangunan yang runtuh pada senin kemarin dengan harapan menemukan korban selamat.
Pihak berwenang memperingatkan bahaya tanah longsor di seluruh Semenanjung Noto di prefektur Ishikawa yang terkena dampak paling parah, dan salju menambah bahaya tersebut.
Diperkirakan 1000 tanah longsor telah dilaporkan didaerah tersebut akibat gempa dan cuaca yang basah.
Terdapat 18.000 rumah tangga di wilayah Ishikawa masih tanpa listrik pada hari Senin, sementara lebih dari 66.100 rumah tangga tanpa air pada hari Minggu.
Bantuan awal hanya menyediakan sepotong roti dan secangkir air untuk setiap orang per harinya.
Menurut laporan media, kedatangan bantuan memungkinkan beberapa fasilitas untuk mulai menyajikan makanan panas yang dimasak dalam panci besar.
“Kematian akibat bencana harus dicegah dengan segala cara. Saya ingin memperbaiki lingkungan miskin ditempat penampungan,” Kata Gubernur Ishikawa Hiroshi Hase kepada stasiun televisi nasional NHK.
Dari kematian yang terkonfirmasi, 70 orang berada di wajima, 70 orang di Suzu dan 11 orang di Anamizu, semuanya di Semenanjung Noto dan sisanya tersebar di empat kota lainnya.
Sedikitnya 103 orang masih belum ditemukan, 565 orang luka-luka dan 1390 rumah hancur atau rusak berat. (Firda Zahrotun Nisa/Radar Jogja)
Editor : Satria Pradika