Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

PBB Sebut Gaza Tidak Lagi Bisa Dihuni Imbas Perang Israel - Hamas. Kondisinya Semakin Berantakan !

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 11 Januari 2024 | 04:12 WIB

 

Kondisi Gaza Palestina pasca 30 bulan mendapatkan penyerangan dari Israel.
Kondisi Gaza Palestina pasca 30 bulan mendapatkan penyerangan dari Israel.

RADAR PURWOREJO - Perang Israel-Hamas berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Hingga kini, perang tak kunjung reda.

Ribuan orang tewas dan luka-luka.

Lebih menyedihkan lagi, kebanyakan korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Tak hanya itu, warga Palestina juga di himbau untuk berpindah tempat.

Sebab sejumlah lokasi tempat mereka menetap menjadi sasaran bom.

Apalagi melihat wilayah Gaza saat ini. Kondisinya semakin berantakan.

Merespons hal tersebut, Wakil Sekretaris Jendral Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths menyebut, Gaza kini sudah tak lagi bisa di huni masyarakat.

“Intinya Gaza sudah tidak bisa lagi dihuni Masyarakat. Di sana merasakan ancaman terhadap keberadaaan mereka (Israel, Red) setiap harinya, sementara dunia terus menyaksikanya,” tuturnya dilansir dari AlJazeera.com, Rabu (10/1/2024).

Beberapa situasi di Gaza saat ini sudah tidak layak huni. Berikut fakta-faktanya !

“Ini waktunya berbagai pihak memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional, termasuk melindungi warga sipil dan memenuhi kebutuhan pokok mereka serta membebaskan seluruh tawanan secepatnya. Ini waktunya bagi komunitas internasional untuk menggunakan seluruh pengaruh mereka agar hal ini terjadi,” kata Martin Griffiths.

Pada Senin (08/01/2024), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terpaksa membatalkan pengiriman suplai medis ke RS Al-Awda dan toko obat pusat yang berada di Gaza karena tak mendapatkan jaminan keamanan.

Baca Juga: Dua Kali Ledakan Terjadi di SPBU Undip Semarang, Muncul Kobaran Api dan Porak-porandakan Lima Mesin Pengisi Bensin

“Misi ini direncanakan untuk memeberikan suplai medis yang sangat dibutuhkan demi menjaga operasional 5 rumah sakit di utara (Gaza), termasuk Al-Awda. Sudah 12 hari sejak kami terakhir berhasil mengunjungi wilayah utara Gaza,” demikian peryataaan WHO di wilayah okupasi Palestina.

Kementrian Kesehatan di Gaza mengungkapkan, setidaknya 22.438 warga Palestina dan 57.614 orang lainnya terluka sampai pada Kamis (04/01/2024) akibat serangan Israel di jalur Gaza, di kutip dari Anadolu Agency.

Menurut keterangan juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al- Qudra, sebanyak 70 persen korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Sebagaimana diberitakan Al Jazeera, sebanyak 2 jurnalis di Gaza terbunuh dalam serangan rudal Israel di wilayah Khan Younisn, Gaza.

Kedua jurnalis tersebut adalah Hamza Dahdouh, merupakan anak direktur Al Jazeera di Gaza Wael Dahdouh, dan Mustafa Thuraya.

Tak hanya itu satu orang lainnya, yakni Hazem Rajab mengalami luka serius.

Ketiga orang tersebut sedang pergi di dareah dekat Al- Mawasi untuk mewawancarai warga sipil yang harus direlokasi karena pengeboman sebelumnya.

Wakil Sekretaris Jendral Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bnatuan Darurat Perserikatan  Bangsa–Bangsa (PBB) Martin Griffiths menyebut bahwa Gaza kini tak lagi bisa dihuni.

Ucapan ini disampaikan melihat situasi Gaza yang semakin parah. Mereka didera ancaman kelaparan dan banyaknya orang yang terbunuh. (Renal Fabriansyah/Radar Purworejo)

Baca Juga: Awal Tahun, AHM Segarkan Tampilan Honda Vario 160

Editor : Meitika Candra Lantiva
#perang Israel dan Hamas #fakta fakta gaza #gaza #situasi #kondisi #imbas