RADAR PURWOREJO - Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Seni Rupa dan Kriya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pameran seni rupa ke-18 Dendang Calon Guru (DCG).
Acara tersebut merupakan wadah menyalurkan karya bagi mahasiswa seluruh Indonesia.
DCG merupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh Hima Jurusan Seni Rupa dan Kriya UNY.
Acara tersebut adalah agenda tahunan, hingga saat ini sudah ke-18 kali penyelenggaraannya.
"Kali ini kita mengusung tema kebahagiaan dengan tajuk 'Aksa Gara'.''
"Aksa yang berarti waktu atau momen dan sagara adalah lautan yang diibaratkan sebagai kebahagiaan yang luas," ujar Ketua DCG ke-18, Rian Gilang Nandari.
Sejumlah 93 karya lukisan ataupun instalasi terpampang di gedung Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Sebanyak 79 karya di antaranya berupa karya dua dimensi dan 14 karya instalasi.
Seniman yang terlibat tidak hanya berasal dari UNY, tetapi banyak juga dari luar kota.
Dari awal pembukaan, panitia menerapkan konsep pameran terbuka.
"Syarat mengirimkan karya untuk peserta luar kota adalah masih menjadi mahasiswa aktif."
"Jadi ini bisa dibilang karya-karya mahasiswa di Indonesia," tuturnya.
Mahasiswa luar kota yang ikut memamerkan karya di antaranya berasal dari Bandung, Malang, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Total seniman keseluruhan dalam pameran DCG ke-18 tersebut kurang lebih ada 90 orang.
"Kebanyakan satu orang kirim satu karya, jadi kurang lebih ya sembilan puluhan," tandasnya.
Untuk bisa masuk dalam galeri pameran DCG ke-18 tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya.
Pengunjung hanya cukup mengisi absensi sebelum masuk ruangan.
"Karena acara ini merupakan program kerja Hima, jadi memang ada suntikan dana dari pihak kampus UNY," bebernya.
Dengan adanya acara tersebut harapannya adalah acara kesenian di Jogja semakin ramai.
Pameran ini juga bisa menjadi wadah untuk mahasiswa-mahasiswa di Indonesia untuk tetap berkarya.
"Terus semangat berkarya, tenang, masih ada tempat untuk teman-teman semua," kelakarnya.
Sementara itu, penulis katalog yang juga menjadi panitia DCG ke-18, Alya Phitanesia Kicani menambahkan bahwa tema kebahagiaan tersebut berarti perasaan sukacita yang merayap dalam setiap aspek kehidupan.
Kebahagiaan yang tidak terbatas adalah sebuah ketenangan yang tidak pernah berakhir.
"Semoga teman-teman yang terlibat bisa merasakan kebahagiaan tersebut," tandasnya.
Alasan pemilihan tema tersebut adalah karena panitia kepengurusan pada tahun ini melihat pagelaran DCG sebelum-sebelumnya banyak yang mengangkat tentang keresahan dan isu sosial di masyarakat.
Kali ini tema yang diangkat memandang sisi yang lebih berwarna yaitu kebahagiaan.
Sebagai tambahan informasi, Pameran DCG berlangsung selama empat hari dari tanggal 12-15 Januari 2024.
Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, buka dari pukul 10.00-21.00 WIB. (cr5)
Editor : Satria Pradika