Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Fulan bin Fulan Sang Ahli Maksiat Yang Dijamin Masuk Surga, Berikut Kisahnya

Berliana Dhea Nursita • Sabtu, 24 Februari 2024 - 00:01 WIB
Ilustrasi perjalanan dakwah nabi
Ilustrasi perjalanan dakwah nabi

RADAR PURWOREJO – Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita memandang penampilan seseorang sebelah mata. Namun, ada kisah kisah yang mengajarkan kita untuk tidak menilai seseorang dari penampilannya.

Salah satu kisah inspiratif seorang ahli surga yang bernama Fulan bin Fulan. Meskipun penampilannya sederhana dan lusuh, Fulan bin Fulan telah tercatat sebagai ahli surga. Berikut kisahnya.

Seorang ulama besar dari Maroko yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpi itu Rasulullah bersabda kepadanya, “Temuilah Fulan bin Fulan yang tinggal di makkah sesungguhnya dia adalah ahli surga.” 

Pada malam kedua dia mimpi yang sama, bahkan malam ketiga pun dia juga bermimpi hal yang sama. Setelah tiga malam berturut turut bermimpi nabi dengan pesan yang sama, maka ulama Maroko ini segera mengumpulkan hartanya perbekalan untuk pergi ke makkah.

Sesampainya di makkah ulama tersebut melakukan umroh lalu menghubungi sahabat para ulama makkah untuk menanyakan orang yang dia cari. Namun, ketika menanyakan keberadaan Fulan bin Fulan kepada orang orang di makkah mereka mendapatkan reaksi yang mengherankan. Mengapa para pembesar agama mencari seseorang yang tidak pernah terlihat di majelis kegamaan?

Ketika lama tersebut akhirnya bertemu dengan Fulan bin Fulan, dia terkejut dengan penampilan yang lusuh dan dekil. Ulama tersebut bertanya dalam hatinya, “Aku pikir orang yang akan ku temui adalah orang yang sholeh ahli ibadah. Mengapa orang yang penampilannya seperti ini bisa disebut ahli surga?”

Orang yang ditemui nya itu pun terkejut kenapa para ulama mengunjunginya. Ulama tersebut memutuskan bertanya kepada si Fulan bin Fulan, “Apa benar kau Fulan bin Fulan?” Orang itu pun menjawab “Ya benar, siapa kalian? Mau apa kalian datang kesini?” 

Ulama tersebut menjawab “Aku datang jauh-jauh dari Maroko ke makkah untuk mencarimu. Sebab ada pesan yang harus kusampaikan kepadamu. Aku bermimpi Rasulullah SAW beliau berpesan pergilah kamu ke makkah temui Fulan bin Fulan, Beri tahu dia bahwa dia ahli surga.”

Orang ini pun menangis menepuk-nepuk kepalanya tidak percaya bahwa dia ahli surga. Dia berkata “Aku ahli surga? kamu pasti berbohong, orang sepertiku tidak mungkin mendapat kabar seperti ini”

Ulama tersebut menjawab “Begitu yang disampaikan okeh Rasulullah dalam mimpiku. Apa amalan yang membuatmu dianggap sebagai ahli surga?”

Fulan bin Fulan menjawab “Aku ini orang paling hina, paling rusak, paling bejat di kota ini. Aku selalu tidak sungguh sungguh dalam shalat bahkan belum pernah masuk ke Masjidil Haram padahal aku tinggal dekat ka’bah. Aku ini orang yang tidak punya amal baik.”

Ulama tersebut bertanya “Coba ingat-ingat lagi, mungkin kamu punya amalan yang kamu lupakan.” Maka orang tersebut mengingat-ingat dan mengatakan “Aku punya satu amal baik, dan Cuma ini amal baik yang aku punya. Aku selalu membagi hasil upah kerjaku untuk menyantuni anak yatim dan janda yang tinggal di sebelah rumahku”

Setelah mendengar jawaban si Fulan bin Fulan, ulama besar tersebut merasa terharu. Dia mengajak si Fulan bin Fulan untuk masuk ke Masjidil Haram dan melaksanakan tawaf dan shalat bersama. Namun, di saat itulah si Fulan bin Fulan meninggal dunia setelah melaksanakan shalat.

Hadits Nabi:

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Artinya:

Dari Sahl bin Saad ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. (HR Bukhari)

Berliana Dhea Nursita_RADAR PURWOREJO

Editor : Heru Pratomo
#masjidil haram #nabi muhammad #Ulama #Hadist #kisah