PURWOREJO - Objek wisata (obwis) Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Purwodadi, Purworejo masih jadi favorit masyarakat. Puluhan ribu wisatawan berbondong-bondong berkunjung ke Pantai Dewaruci selama libur Lebaran 2024 ini.
"Sejak Kamis (11/4) hingga Minggu (14/4), kunjungan di Pantai Dewaruci mencapai 22.229 wisatawan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo Edi Nur Widyoko kepada Radar Jogja Senin (15/4).
Dia merinci, kunjungan pada Kamis (11/4) sebanyak 3.158 wisatawan, Jumat (12/4) sebanyak 4.689 wisatawan, Sabtu (13/4) sebanyak 6.834 wisatawan, dan Minggu (14/4) sebanyak 7.548 wisatawan. "Ada peningkatan pengunjung dibandingkan hari biasanya," tutur dia.
Disampaikan, saat hari-hari biasa selain hari libur, kunjungan Pantai Dewaruci sekitar 100 sampai 150 wisatawan per hari. "Kalau di hari libur biasanya sekitar 1.200-an pengunjung per hari," kata dia.
Edi mengungkapkan, ada penurunan kunjungan wisatawan dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Di H+4 Lebaran pada 2023 lalu, jumlah wisatawan mencapai 26.841 orang, tahun ini hanya 22.229 wisatawan.
Bahkan, dia menyebut total kunjungan wisata saat Lebaran tahun kemarin bisa mencapai 44.167 wisatawan. "Mungkin kalau tahun kemarin salah satu faktor pendukungnya adalah libur agak panjang dibandingkan tahun ini," sebut dia.
Dikatakan, tahun lalu, libur Lebaran sampai delapan hari sedangkan tahun ini hanya sampai H+5. "Tahun kemarin kebetulan jatuh di hari Sabtu, jadi liburnya panjang. Kalau tahun ini liburnya mulai H-2 sebelum Lebaran (masih puasa)," sambungnya.
Pantauan Radar Jogja para pengunjung tampak menikmati suasana pantai. Sebagian pengunjung menikmati obwis dengan bermain di tepi pantai ada juga yang menikmati hembusan ombak laut dari kejauhan.
Salah satu pengunjung Pantai Dewaruci Wahyu Naufal, pemudik dari Jakarta mengatakan, sengaja berkunjung ke Pantai Dewaruci karena sudah lama tak berkunjung ke sana. "Sudah lama nggak ke sini, saya sempatkan sebelum pulang ke Jakarta lagi. Dah banyak yang berbeda," tandas dia. (han/pra)
Editor : Satria Pradika