Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Asal Mula Tahu, Sejarah dan Perkembangannya Sudah Ada sejak 2.200 Tahun Lalu

Silviananda Latifah Helen • Kamis, 6 Juni 2024 | 04:35 WIB
Tahu
Tahu

 

 

RADAR PURWOREJO - Tahu, makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Namun, sejarah tahu tidak hanya terbatas di Indonesia.

Tahu berasal dari Tiongkok, seperti kecap, tauco, bakpau, dan bakso, dan telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2.200 tahun lalu.

Tahu pertama kali diperkenalkan orang Tionghoa di Nusantara pada abad ke-10. Meskipun terbatas di kalangan elite, tahu menjadi makanan yang populer di kalangan masyarakat Jawa pada masa krisis asupan gizi di abad ke-19.

Orang-orang Tionghoa membawa keterampilan kulinernya, termasuk membuat tahu, ke Nusantara.

Kediri, sebuah kota di Jawa Timur, mengklaim sebagai kota pertama di Nusantara yang mengenal tahu. Tahu ini dibawa tentara Kubilai Khan pada tahun 1292. Tahu juga dikenal sebagai "tahu takwa" di Kediri dan "tahu Sumedang" di Sumedang.

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia, sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning. Tahu digunakan dalam berbagai masakan, seperti tahu bacem, tahu bakso, tahu campur, dan kerupuk tahu.

Dalam sejarah, tahu telah menjadi penyelamat masyarakat Jawa di masa krisis asupan gizi. Tahu juga telah menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, serta ke seluruh dunia.

Editor : Heru Pratomo
#sumedang #tiongkok #asupan gizi #tahu #biji kedelai #jawa #indonesia