RADAR PURWOREJO - Ketua Komisi IV DPR Sudin saat memimpin rapat bersama Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan ( LHK ) Siti Nurbaya pada hari Rabu ( 12/6 ) membahas mengenai penanganan hutan hingga pengelolaan isu pencemaran udara.
Kegiatan ini bertujuan untuk agar tidak mencemari di lingkungan sekitar terutamanya dipedesaan karena banyaknya warga yang tinggal di pedesaan akan mudah terancam karena adanya pencemaran tersebut.
Jika pencemaran ada di daerah perkotaan wajar saja karena memang hal ini adalah hal yang paling umum dijumpai kota - kota, namun akan tetapi penting juga untuk menanam pohon guna untuk penghijauan diarea perkotaan agar tidak merasa panas dan tercemar.
Selain itu jika perlu gunakanlah penyiraman dijalan kota tersebut agar dapat menghilangi debu, polusi, dan lain - lain, karena ini memang jarang dilakukan oleh tim yang bertugas padahala dengan melakukan cara seperti ini pencemaran diarea kota akan mulai hilang secara perlahan - lahan.
Sudin juga menyinggung mengenai adanya persoalan pencemaran lingkungan akibat munculnya gas metana yang mana dirinya mengatakan bahwa “ Munculnya kentut sapi ternyata telah menghasilkan banyaknya gas metana,” Ungkapnya. Menurutnya gas metana yang dihasilkan kentut sapi sebenarnya bisa dicegah, hal ini mengenai adanya mengganti pakan harian sapi juga wajib disetiap minggunya.
Politikus Partai PDI Perjuangan mengatakan salah satu upaya untuk mengurangi gas metana dari kentut sapi adalah dengan beralih ke alga untuk pakan ternak, namun akan tetapi dari permasalahan ini adalah munculnya biaya, saat ini, memberi makan sapi dengan alga dapat dikatakan umumnya lebih mahal jika dibandingkan dengan memberi makan rumput seperti biasanya.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara, Polres Purworejo Gelar Bedah Rumah Warga
Perlu diketahui bahwa emisi gas metana dapat berasal dari sumber alami dan antropogenik yang mana gas metana alam telah meliputi lahan basah, gas vulkanik, hingga adanya kebakaran hutan. Sumber gas metana ini berasal dari adanya aktivitas antropogenik yang diantaranya seperti peternakan, batu bara, gas, dan produksi minyak.
Secara garis besar gas metana mempunyai lima yang menghasilkan adanya dampak negative terhadap pada alam dan lingkungan yang diantaranya seperti munculnya dampak pemanasan global serta efek rumah kaca, jika dari seseorang yang berminat untuk membangun rumah kaca memang akan menimbulkan adanya pemanasan global akan terus meningkat jika seseorang tersebut banyak yang membangun rumah kaca, dari adanya referensi gas metana yang dikeluarkan dari kentut sapi memiliki efek rumah kaca yang sangat kuat dibandingkan adanya karbon dioksida.
Dampak negatif lainnya yang muncul adalah adanya kesehatan terhadap manusia dengan terus meningkatnya suhu global akibat metana juga dapat menimbulkan risiko penyakit yang akan bermunculan setaip harinya, misalnya seperti penyakit pada pernafasan, penyakit kulit, dan penyakit menular yang berkaitan dengan perubahan iklim yang sedang terjadi.
Nah untuk itu yuk melek lebih dalam dengan adanya permasalahan ini agar cepat teratasi dan cepat terselesaikan dan pastinya agar tidak menimbulkan penyakit dalam karena permasalahan ini.
Editor : Heru Pratomo