Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gegara Pesta Kecubung, Puluhan Orang Dirawat di Rumah Sakit Jiwa, Dua di Antaranya Meninggal Dunia 

Heru Pratomo • Kamis, 11 Juli 2024 | 12:16 WIB
Beberapa pasien akibat mengonsumsi kecubung dirawat di RS
Beberapa pasien akibat mengonsumsi kecubung dirawat di RS

RADAR PURWOREJO - Bukan untuk ditiru. Puluhan orang di beberapa daerah di Kalimantan Selatan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Bahkan ada yang sampai meninggal. Gegara pesta kecubung.

 

RSJ Sambang Lihum Kalsel menangani puluhan pasien yang diduga mabuk buah kecubung. Kondisi itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial sejak Minggu (7/7) malam.

 

Di sana terlihat sejumlah ambulans yang datang silih berganti ke IGD RSJ Sambang Lihum. Para pasien dikabarkan datang dalam keadaan demam, linglung, gelisah, hingga berhalusinasi.

Baca Juga: 34 Karya Seni 'Karakter', Berbicara dalam Bahasa Simbolik

Baca Juga: Progress Coklit Data Pemilih Untuk Pilkada 2024 di Purworejo Sudah Capai 79,7 Persen

Plt Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora membenarkan hal tersebut. Ia membeberkan bahwa pasien mabuk kecubung sudah berdatangan sejak beberapa hari lalu. Saat ini, total 28 orang. Ada 25 di antaranya laki-laki, dan 3 orang perempuan.

 

“Rata-rata pasien (mabuk kecubung, red) yang masuk ini adalah warga dengan rentang usia mulai dari 20-53 tahun,” ungkap Yuddy, Selasa (9/7) siang dikutip dari Radar Banjarmasin.

 

Dari pasien yang masuk ternyata ada dua orang meninggal dunia akibat keracunan kecubung. "Keduanya adalah pasien laki-laki yang meninggal dunia. Pertama pada hari Jumat tanggal 5 Juli 2024. Sedangkan yang kedua pada Selasa pagi, 9 Juli 2024," ujarnya.

 

Yuddy menyebut bahwa para pasien mabuk kecubung ini dari berbagai daerah. Dari Banjarmasin, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, Batola, hingga Kotabaru.

Baca Juga: Maling di Kebumen Nekat Congkel Pintu Rumah untuk Ambil HP

Baca Juga: Dengan Sultan Bejo Tak Malu Antre, Inovasi RSUD dr. Tjitrowardojo Diminati Masyarakat Luar Purworejo

 

"Untuk asal pasien ini sesuai dengan data dari KTP, mereka tersebar dari beberapa kabupaten kota di Kalsel," tambah Yuddy.

 

Akibatnya, ruang perawatan detoks di RSJ Sambang Lihum sudah penuh. Pihaknya menggunakan ruangan lain untuk menampung pasien mabuk kecubung. "Ini pertama kalinya kita menangani pasien mabuk kecubung yang cukup banyak dalam waktu berdekatan," tukasnya.

 

Psikiater Konsultan Adiksi RSJ Sambang Lihum, dr Firdaus Yamani Sp.KJ (K) menyebut penyebab kematian dua pasien tersebut karena sesak napas. "Dua orang meninggal ini terjadi komplikasi yakni depresi pernapasan," ungkapnya.

 

Kondisi kesehatan dua pasien yang meninggal sebelumnya, diakui dr Firdaus mulai membaik. Namun, secara tiba-tiba suhu tubuh naik dan saturasi oksigen menurun sehingga sesak napas dan meninggal dunia.

 

Bagaimana para pasien mengonsumsi kecubung? Firdaus menyebut belum bisa memastikan dengan akurat, karena mayoritas pasien yang dirawat masih dalam keadaan gelisah.

Baca Juga: PAD Naik Rp 19 Miliar setelah APBD Perubahan, DPRD Minta Pemkab Optimalisasi Potensi dan Tekan Kebocoran

Baca Juga: Jadi Tren Viral di TikTok Lagu Gala Bunga Matahari Sal Priadi, Ternyata Bunga Matahari Memiliki Manfaat Tak Hanya untuk Kesehatan Kulit

Baca Juga: PAD Naik Rp 19 Miliar setelah APBD Perubahan, DPRD Minta Pemkab Optimalisasi Potensi dan Tekan Kebocoran

 

"Kondisi gelisah dan lingkung. Namun dari diagnosis sementara kecubung dioplos dengan alkohol dan zenith," ujarnya.

 

Berapa lama efek halusinasi mabuk kecubung ini? Firdaus menyebut efeknya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. "Sementara, perawatan pasien tetap harus dilakukan evaluasi atau perawatan selama kurang lebih 2 minggu agar zat adiksi dari kecubung benar-benar hilang," katanya.

 

Firdaus menjelaskan pasien ditangani sesuai kondisi. "Ketika sulit tidur maka akan kami beri obat tidur. Jika mengamuk, akan kami beri penenang dan diberi diuretik agar zat adiksi dari kecubung bisa keluar lewat urine, sehingga mereka pulih lebih cepat," jelasnya.

 

Fenomena mabuk kecubung ini menjadi perhatian publik. Termasuk Polda Kalsel yang akhirnya menjadikannya sebagai atensi. Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi menyatakan Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel telah menindaklanjuti kasus ini dengan serius. 

Editor : Heru Pratomo
#rsj #rumah sakit jiwa #kecubung #kalimantan selatan #banjarmasin #meninggal dunia #pesta