RADAR PURWOREJO - Staf Ahli Menteri Pertahanan (Menhan) Bidang Sosial, Mayjen TNI Rionardo, memimpin upacara Keel Laying Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) ke-3 di galangan kapal dalam negeri PT Noahtu Shipyard, Batam, Rabu (19/11).
Prosesi peletakan lunas ini menjadi langkah krusial dalam pembangunan kapal OPV yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertahanan RI dengan PT Noahtu Shipyard.
Dalam amanat Kabaloghan Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari yang dibacakan oleh Staf Ahli Menhan Bidang Sosial dijelaskan bahwa proses keel laying bukan hanya tahapan kontruksi kapal saja, akan tetapi juga penanda lahirnya elemen baru dalam penguatan pertahanan laut Indonesia.
Pembangunan kapal OPV di PT Noahtu shipyard menegaskan keseriusan Kementerian Pertahanan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
Langkah ini menjadi bukti bahwa galangan kapal dalam negeri terus diperkuat agar mampu tumbuh, bersaing, dan menunjukkan kapasitasnya di tingkat global.
Dalam kesempatan ini, Direktur PT Noahtu Shipyard, Adi Susanto, menyampaikan bahwa momen keel laying merupakan fase penting dalam proses pembangunan kapal.
Selain menjadi tanda dimulainya konstruksi struktur utama, proses ini juga menggambarkan solidnya kerjasama antara Kemhan, TNI AL, dan industri galangan kapal Indonesia.
Sinergi tersebut diyakini akan mempercepat terwujudnya kemandirian Alutsista dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu memproduksi kapal pertahanan secara mandiri.
Acara keel laying ini berlangsung dengan sejumlah tahaman seremonial, mulai dari peletakan koin oleh Menhan Bidang Sosial, Waaslog Kasal, dan Direktur PT Noahtu Shipyard.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan resmi keel laying, penekanan tombol sirine sebagai tanda dimulainya konstruksi, serta penandatanganan berita acara antara Staf Ahli Menhan Bidang Sosial dan PT Noahtu Shipyard yang turut disaksikan oleh Waaslog Kasal. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Pembangunan kapal OPV ini merupakan lanjutan dari OPV ke-2 yang sebelumnya telah selesai dirampungkan oleh PT Noahtu Shipyard yang telah dibuat pada tahun 2021 dan telah launching pada 18 September 2024. Kapal dengan panjang 90 meter ini di identifikasikan sebagai kapal patroli laut lepas yang saat ini sedang melakukan sea trial.
Kapal kelas ini direncanakan akan bangun sebanyak 12 unit, dan sampai saat ini yang sudah bisa melaut baru 2 kapal dan kapal ke 3 sedang dalam proses pembangunan. Pembangunan kapal OPV 90 meter ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kemandairian pertahanan maritim.
Dengan kolaborasi antara Kemhan, TNI AL, dan Industri galangan lokal, pembangunan kapal ini bukan sekedar proyek akan tetapi wujud nyata komitmen menuju kedaulatan alutsista nasional.
Ke depan, OPV 3 diharapkan dapat menjadi bagian penting dari garda terdepan penjaga lautan Indonesia, mewakili kemampuan, kepercayaan diri, dan kemajuan industri pertahanan Indonesia yang telah berkembang kedepan.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K