Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Diskriminasi Pengidap HIV/AIDS Masih Marak, ODHA Pilih Diam Takut Ketahuan

Iwan Nurwanto • Jumat, 21 November 2025 | 03:26 WIB
HIV/AIDS
HIV/AIDS

 

 

JOGJA - Organisasi peduli oang dengan HIV/AIDS (ODHA), Pita Merah Jogja mengungkap diskriminasi terhadap ODHA masih cukup marak. Namun kasusnya cenderung tidak muncul ke permukaan.

Sekretaris Pita Merah Jogja N.Baggaswara mengatakan, tidak ODHA rerata memilih diam karena mayoritas pengidap khawatir mendapatkan sanksi sosial. Misal akan dikucilkan oleh masyarakat dengan label sebagai ODHA.

Dia mengungkap, pernah mendapatkan laporan bahwa ada ODHA yang dipecat dari pekerjaannya. Namun lebih memilih diam karena khawatir rahasia penyakitnya akan disebar luaskan.

“Kalau dia melawan, itu otomatis status HIV dia kan juga tersebar. Nah, itu yang kadang banyak teman-teman itu memilih diam," ujar Baggaswara saat ditemui dalam Pertemuan Audiensi Inovator IDEAKSI 2.0 dan Multi Pihak yang digelar YAKKUM Emergency Unit di Hotel Tara, Kamis (20/11).

Pita Merah Jogja rutin melaksanakan tiga program utama agar diskriminasi terhadap ODHA bisa dicegah. Yakni melalui edukasi berkelanjutan, pemberdayaan, dan kerjasama dengan stakeholder. Menurut Baggaswara, upaya tersebut juga untuk menekan laju kasus HIV/AIDS.

Berdasarkan catatan pihaknya, di DIY ada sebanyak 8.627 kasus HIV dan 2.391 kasus HIV. Sehingga edukasi terkait cara penularan pun terus digalakkan. “Upaya ini kami lakukan secara berkelanjutan untuk mendukung ODHA, sekaligus mencapai target eliminasi HIV pada 2030,” jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD DIJ Sri Muslimatun menekankan, pencegahan penularan HIV/AIDS dapat dilakukan secara efektif apabila setiap individu memiliki kesadaran. Terkhusus mengenai sumber penularan penyakit tersebut.  Juga diperlukan upaya kolektif dari berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat secara luas.

Serta memastikan ketersediaan obat bagi penderita. Dia juga menekankan bahwa penanganan dan edukasi HIV/AIDS menjadi tugas bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak menganggap HIV sebagai sesuatu yang menakutkan, sehingga tidak ada lagi diskriminasi,” jelas legislatif yang berlatar belakang tenaga kesehatan ini.

 

Project Manager YAKKUM Emergency Unit Jessica Novia menyatakan, komitmennya untuk menjembatani para inovator lokal untuk berjejaring dengan dinas maupun lembaga.

Jessica menegaskan, pertemuan tersebut dikemas secara interaktif dan dua arah. Sehingga semua pihak, baik inovator maupun stakeholder dapat saling mendengarkan dan memberikan respons. “Harapannya bisa langsung berjejaring dengan dinas-dinas terkait, sehingga bisa mengakses berbagai program,” katanya. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pita Merah #diskriminasi #Ideaksi #OPD #jogja #odha #Sri Muslimatun #HIV/AIDS #YAKKUM Emergency Unit