Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bom SMAN 72, Pelaku Pesan Bahan Peledak via Toko Online dan Merakit Bom Secara Otodidak

Magang Radar Purworejo • Jumat, 21 November 2025 | 22:40 WIB

Photo
Photo
RADAR PURWOREJO - Investigasi terbaru dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, membuka fakta yang mengejutkan.

Remaja berinisial F, yang juga siswa sekolah tersebut, diketahui merancang dan merakit bom itu secara otodidak dengan mengandalkan internet.

Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa F mempelajari seluruh proses pembuatan bahan peledak melalui sumber-sumber di internet, lalu membeli komponen yang dibutuhkan melalui platfrom daring.

Temuan ini menimbulkan keprihatinan yang mendalam, karena F mampu menyembunyikan aktivitas berbahayanya dari orang tua maupun pihak sekolah hingga peristiwa itu terjadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa penyidik telah menelusuri secara rimci proses yang dijalani F sebelum merakit bahan peledak tersebut.

Dalam periode menjelang insiden, sejumlah paket berisi komponen yang dapat digunakan untuk membuat bom tercatat tiba di rumah pelaku.

Paket-paket itu diterima oleh orang tuanya tanpa mengetahui isi sebenarnya. F beralasan bahwa paket-paket yang datang ke rumah pelaku adalah barang-barang yang akan digunakan untuk ekstrakulikuler, sehingga paket yang datang disimpan oleh pihak keluarga pelaku.

Secara pribadi, F kemudian merakit barang-barang tersebut menjadi peledak dan merencanakan peledakan di sekolahnya.

Juru Bicara Densus 88 Antiterror, AKBP Mayndra Eka Wardhana, memastikan bahwa pelaku merancang seluruh rangkaian aksi tersebut tanpa bantuan siapa pun.

Ia menjelaskan bahwa pelajar itu mempelajari teknik perakitan bahan peledak melalui sumber-sumber di internet.

“Semua perangkat dirakit sendiri, dan pengetahuan tentang bom diperoleh lewat internet,” tegasnya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (11/11).

Dalam penyisiran di kawasan SMA 72 Jakarta yang berlokasi di Komplek Kodamar TNI AL, aparat menemukan tujuh buah perangkat peledak.

Empat di antaranya sempat meledak, sementara tiga lainnya berhasil diamankan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) menimbulkan dampak serius.

Total korban mencapat 96 yang terdiri dari cedera ringan hingga luka berat. Sejumlah korban harus mendapatkan tindakan medis lanjutan, termasuk operasi akibat cedera parah yang mereka alami.

Pelaku yang berinisial F kini ditetapkan sebagai Anak Berhadapan dengan Hukun (ABH), juga termasuk dalam daftar korban luka berat.

Ia menjalani prosedur operasi sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan intensif.

Setelah kondisinya stabil, penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap F guna mengungkap lebih jauh motif dan detail aksinya.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#toko online #Ledakan SMAN 72 Jakarta