Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Belum Jadi Bencana Nasional Meski Sudah 174 Orang Meninggal di Tiga Provinsi di Sumatera, Ini Datanya 

Heru Pratomo • Sabtu, 29 November 2025 | 14:07 WIB
Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara
Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di wilayah Sumatera—Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatera Utara (Sumut)—telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Hingga Jumat (28/11/2025) sore, tercatat 174 orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi selama sepekan terakhir.

 

Sumatera Utara: 116 Meninggal, 42 Hilang

 

Di Sumatera Utara, korban meninggal mencapai 116 orang, sementara 42 warga masih dinyatakan hilang.

Sebaran korban meninggal per wilayah:

 

* Tapanuli Utara: 11 orang

* Tapanuli Tengah: 51 orang

* Tapanuli Selatan: 32 orang

* Kota Sibolga: 17 orang

* Humbang Hasundutan: 6 orang

* Kota Padang Sidempuan: 1 orang

* Pakpak Barat: 2 orang

* Mandailing Natal: tidak melaporkan korban jiwa

 

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa jumlah tersebut berpotensi bertambah karena masih ada sejumlah titik bencana yang belum dapat diakses.

Gangguan infrastruktur turut memperburuk situasi. Jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, ruas jalan Singkuang–Tabuyung serta Bulu Soma–Sopotinjak tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor.

 

Upaya pembukaan akses dilakukan dengan pengerahan alat berat, sementara distribusi logistik diprioritaskan ke Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal, termasuk beras, makanan siap saji, tenda, terpal, dan family kit. Pemerintah pusat juga mengerahkan personel BNPB, TNI/Polri, serta dukungan lintas kementerian/lembaga.

 

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi telah diterima di wilayah terdampak. Dukungan alutsista mencakup pesawat Caravan dan helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik serta percepatan pembukaan akses desa.

Gangguan jaringan telekomunikasi sempat menghambat proses pendataan dan distribusi bantuan. Untuk mengatasi hal tersebut, BNPB menyediakan perangkat internet Starlink di lokasi pengungsian dan posko darurat.

 

Aceh: 35 Meninggal, 25 Hilang

 

Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Proses pendataan masih berlangsung di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

 

Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe sehingga percepatan distribusi logistik dan layanan dasar menjadi fokus utama pemerintah.

Sumatera Barat: 23 Meninggal, 12 Hilang

 

Di Sumatera Barat, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka. Korban tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

 

Titik pengungsian dilaporkan di berbagai wilayah, termasuk:

 

* 50 titik di Pesisir Selatan

* 3 titik di Kota Padang

* Beberapa titik di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar

Total pengungsi mencapai 3.900 KK.

 

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Lima jembatan rusak di Padang Pariaman, dan longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat putusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#BNPB #bencana nasional #sumatera utara #sumatera barat #banjir dan longsor #aceh #Tiga Provinsi di Sumatera