Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Perbaikan Akses Jalan Darat di Sumatera Barat Jadi Prioritas Pascabencana, Ini yang Dikerjakan

Heru Pratomo • Jumat, 5 Desember 2025 | 02:29 WIB

 

Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec
Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec

Sejumlah titik jalan dan jembatan terdampak banjir dan longsor di wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Kondisi ini menghambat penanganan darurat, khususnya pendistribusian bantuan kepada masyarakat. BNPB bersama pemerintah daerah kabupaten dan kota terus mengoptimalkan penanganan dengan pengerahan alat berat.

 

Perbaikan akses dilakukan di jalan kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Hingga Rabu (3/12), tercatat kerusakan pada 321 titik jalan kabupaten/kota, 172 titik jalan provinsi, dan 62 titik jalan nasional. Sebanyak 25 unit alat berat telah dikerahkan untuk menangani kerusakan di jalan nasional yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Kabupaten Solok, Agam, dan Tanah Datar.

Perbaikan jalan nasional dilakukan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian PUPR, sementara perbaikan pada jalan provinsi dilakukan oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sumbar.

 

Selain jalan, akses juga diperbaiki melalui pembangunan jembatan darurat bailey. Total 22 unit jembatan darurat dibutuhkan untuk memulihkan akses di Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, dan Tanah Datar.

 

Pada hari yang sama, personel gabungan dan alat berat membersihkan material longsor di sejumlah titik di Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Solok, dan Pasaman. Normalisasi sungai juga dilakukan, salah satunya di Pesisir Selatan dengan pembersihan lumpur, batu, dan kayu di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam.

 Baca Juga: Lebih dari Sekadar Dekorasi, Mengungkap Khasiat Lidah Mertua sebagai Penyaring Racun Udara

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses menjadi prioritas utama agar bantuan dapat segera menjangkau warga terdampak.

“Pemerintah pusat bersama daerah terus mengupayakan percepatan pemulihan akses, terutama jalan nasional dan provinsi, agar distribusi bantuan pangan dan non-pangan dapat berlangsung lebih efektif,” ujar Abdul Muhari.

 

BNPB dan pemerintah daerah juga terus mengidentifikasi titik-titik wilayah yang masih terisolir, terutama di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam.

 

 Distribusi Bantuan via Udara

 Baca Juga: Honda Hangout Spot by Astra Motor Yogyakarta, Semakin Dekat Dengan Konsumen, Astra Motor Yogyakarta Hadirkan Mini Launching New Honda Genio

Untuk menjangkau daerah yang masih terisolir, BNPB bekerja sama dengan Basarnas dan TNI melanjutkan pengiriman bantuan melalui jalur udara. Hingga Rabu (3/12) pukul 18.00 WIB, sebanyak 6,5 ton bantuan pangan dan non-pangan didistribusikan ke Padang Pariaman, Agam, Solok, Kota Pariaman, dan Pesisir Selatan.

 

Rinciannya antara lain:

 

 Kabupaten Agam: 4,1 ton

 Padang Pariaman: 843 kg

 Solok: 808 kg

 Kota Pariaman: 430 kg

 Pesisir Selatan: 250 kg

 

Jenis bantuan yang dikirim berupa sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, makanan dan susu kemasan, obat-obatan, pembalut, paket sandang, dan kasur lipat.

 Baca Juga: Pemkot Salatiga Cairkan Insentif Anggota Satlinmas Salatiga Senilai Rp 445.8 juta

Secara keseluruhan, total bantuan yang telah didistribusikan melalui udara sejak 28 November hingga 3 Desember 2025 mencapai 18 ton.

 

Abdul Muhari menegaskan bahwa pendistribusian bantuan udara tetap dilanjutkan selama masih ada wilayah yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

“Kami memastikan tidak ada wilayah yang terlewat. Selama akses darat belum sepenuhnya pulih, distribusi udara akan terus dilakukan,” tegasnya.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#tanah datar #sumbar #jalan darat #agam #solok #sumatera barat #banjir dan longsor