Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gelaran Siksorogo Lawu Ultra 2025 Memakan Korban Jiwa: Dua Pelari Dilaporkan Meninggal Dunia

Magang Radar Purworejo • Selasa, 9 Desember 2025 | 17:55 WIB

Event Siksorogo Lawu Ultra 2025 Memakan Korban Jiwa, Dua Pelari Dilaporkan Meninggal Dunia Sumber: Radar Solo
Event Siksorogo Lawu Ultra 2025 Memakan Korban Jiwa, Dua Pelari Dilaporkan Meninggal Dunia Sumber: Radar Solo
Siksorogo Lawu Ultra 2025 dilaporkan mendapat kejadian yang tidak mengenakkan, dua peserta yang mengikuti ajang lari tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Insiden ini terjadi di jalur trail Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (7/12).

Kedua pelari yang menjadi korban adalah Pujo Buntoro dan Sigit Joko Purnomo. Keduanya dikabarkan meninggal dunia saat berada di tengah perlombaan, tepatnya ketika melewati rute menantang yang menjadi ciri khas event ultra trail ini.

Peristiwa tersebut mengejutkan komunitas pelari dan menjadi perhatian besar dunia olahraga trail run yang dikenal ekstrem.

Melansir dari Radar Solo, Dewan Pembina Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tony Harmoko, mengonfirmasi bahwa dua peserta yang meninggal dunia dalam ajang perlombaan tersebut diduga mengalami serangan jantung.

Ia memaparkan bahwa insiden pertama terjadi sekitar pukul 10.17 WIB, ketika peserta yang bernama Pujo tiba-tiba kehilangan kekuatan dan ambruk saat melewati KM 8.

Tidak berselang lama, kejadian serupa menimpa Sigit ketika ia menuruni jalur Bukit Mitis, tepatnya di KM 12.

Menurut Tony, kedua peserta langsung mendapatkan pertolongan darurat dari tim medis dan panitia yang berjaga di jalur lomba.

Proses evakuasi pun dilakukan secepat mungkin untuk membawa keduanya ke fasilitas terdekat. Namun, meski upaya penyelamatan maksimal telah dilakukan, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.

“Pak Pujo dinyatakan meninggal dunia setelah sampai di RSUD Karanganyar. Sedangkan Pak Sigit meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar,” terang Tony.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi panitia dan komunitas pelari, sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya kesiapan fisik dan antisipasi risiko dalam ajang olahraga ekstrem seperti ultra trail.

Sebagai catatan, Siksorogo Lawu Ultra merupakan ajang tahunan yang telah berlangsung sejak 2019 dan selalu menarik minat para pelari, terutama pecinta trail running.

Untuk penyelenggaraan di tahun ini, total 5.700 peserta yang mengikuti event Siksorogo Lawu ultra 2025.

Peserta tidak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara lain.

Terdapat tujuh kategori lomba yang ditawarkan pada edisi 2025, mulai dari jarak 7 Km, 15 Km, 30 Km, 50 Km, 80 Km, hingga jarak yang terjauh mencapai 120 Km.

Trek di Gunung Lawu yang dikenal menantang dan terjal menjadi ujuan tersendiri bagi para peserta Siksorogo Lawu Ultra.

Karena itu, kondisi fisik yang prima dan persiapan yang matang menjadi faktor utama yang wajib diperhatikan sebelum mengikuti kompetisi lari ekstrem ini.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#Sikso Rogo Lawu Ultra