Atas hal itu, sejumlah negara menyampaikan belasungkawa diantaranya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammen bin Salman, Raja Charles III, Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Selain itu negara lain seperti Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Kazakhstan, Vietnam, armenia, Kuwait, hingga Amerika Serikat juga menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi di Indonesia.
Para pemimpin negara-negara tersebut tidak hanya menyampaikan bela sungkawa akan tetapi juga menawarkan untuk memberikan bantuan kepada pemerintahan Indonesia.
Salah satunya diutarakan oleh Dubes UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaeri, dia mengatakan “Kami akan selalu mendukung pemerintahan Indonesia, asalkan mereka mengatakan ‘Ya Indonesia terbuka untuk bantuan Internasional’,”
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi juga menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada Indonesia sebagai wujud persahabatan lama dengan dua negara di Asia Tenggara yakni Indonesia dan Thailand.
Hal bernada serupa juga disampaikan Presiden Iran, siap memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat komprehensif ke wilayah terdampak.
Walaupun sudah banyak muncul tawaran bantuan internasional, Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahannya sanggup menangani bencana ini tanpa bantuan pihak luar.
“Bencana ini musibah. Tapi di sisi lain menguji kita. Alhamdulillah kita kuat, kita bisa mengatasi masalah dengan (kekuatan)kita sendiri” tegas Prabowo di acara Ulang Tahun ke 61 Partai Golkar, Istora Senayan, Jakarta (05/12).
Parabowo mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan kerja keras untuk mengatasi bencana ini, termasuk mengatasi situasi pasca bencana seperti ruas jalan darat yang terputus.
“Sekarang dengan benacana di Sumatera saja, bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, kita harus naikkan BBM ke pesawat, sebagian lewat kapal," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan keyakinannya dengan kekuatan pemerintahan saat ini untuk mengatasi bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Dia menyatakan hingga saat ini belum membuka bantuan Internasional untuk benacana di tiga provinsi tersebut.
“Saya yakin kita bisa mnyelesaikan masalah ini,” ujar Sugiono di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta (05/12).
Sugiono mengklaim, pemerintah akan mengambil bantuan dari pihak luar ketika pemerintah merasa perlu.
“Masih ditutup sampai merasa kita butuh bantuan,” ujarnya.
Anggaran APBN yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk kesiapsiagaan bencana yaitu sekitar Rp500 miliar. Jika jumlah tersebut kurang, Prabowo akan mengalokasikan anggaran tambahan sesuai kebutuhan.
Penulis: Muhtar Dinata
Editor : Bahana.