JAKARTA — Kebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) menelan 20 korban jiwa. Api mulai berkobar sekitar pukul 12.43 WIB dan dengan cepat menyebar dari lantai dasar gedung yang digunakan sebagai gudang penyimpanan perangkat drone.
Seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi mengatakan bahwa kepulan asap pekat membuat proses evakuasi sangat sulit. “Begitu masuk, jarak pandang hampir nol. Asap sangat tebal, banyak korban yang diduga tidak bisa keluar karena kehabisan oksigen,” ujarnya.
Dugaan awal menyebutkan sumber api berasal dari baterai drone yang tersimpan di lantai 1. Ledakan kecil diduga terjadi sebelum api membesar. “Kami mendapat laporan adanya percikan dari baterai yang korslet. Dari situ api cepat merambat ke area lain,” kata seorang anggota tim penyelamat lainnya.
Kebanyakan korban ditemukan di lantai 2 hingga lantai 6. Menurut petugas kesehatan yang bertugas dalam proses evakuasi, sebagian besar korban tidak mengalami luka bakar. “Mayoritas korban meninggal karena lemas akibat menghirup asap panas, bukan karena terbakar langsung,” jelasnya.
Baca Juga: Sering Menjadi Makanan Favorit Banyak Orang, Ini Dia Sejarah Dibalik Soto Lamongan!
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Beberapa karyawan berhasil dievakuasi dari lantai atas menggunakan tangga darurat mobil pemadam. “Kami memprioritaskan lantai yang asapnya paling tebal. Ada yang histeris, ada yang terjebak di ruang kantor tanpa ventilasi,” kata seorang komandan regu damkar.
Hingga Selasa sore, total 20 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam gedung.
Baca Juga: Gir Pasang Klaten: Dari Kampung Terisolasi Jadi Destinasi Wisata Pemicu Adrenalin
Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kebakaran, termasuk pemeriksaan sistem penyimpanan baterai serta standar keselamatan gedung. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Semua kemungkinan masih terbuka,” ujar seorang penyidik di lokasi kejadian.
Kebakaran ini menjadi salah satu insiden paling mematikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan desakan agar gedung-gedung yang menyimpan perangkat berisiko tinggi memperketat standar keselamatan kebakaran.
Editor : Heru Pratomo