Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pemulihan Pasca Bencana Aceh Dibantu 4 Ekor Gajah. Gajah Melindungi Manusia, Manusia Merusak Habitatnya

Magang Radar Malioboro • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:36 WIB

Gajah membantu pemulihan area pasca bencana di Pidie Jaya, Aceh. kehutanan.go.id
Gajah membantu pemulihan area pasca bencana di Pidie Jaya, Aceh. kehutanan.go.id
Dalam penanganan pemulihan pasca bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan 4 ekor gajah terlatih ke sejumlah titik daerah terdampak bencana yang akan dipulihkan pada Minggu (7/12).

Kepala BKSDA, Ujang Wisnu Barata menyampaikan jika persiapan sebelum gajah jinak diturunkan ke lapangan, timnya sudah melakukan survei terlebih dahulu terhadap bagaimana kondisi medan lokasi, aksesibilitas, keamanan dan kebutuhan operasional.

Hasil survei yang dilakukan tim dijadikan dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah dan pengaturan durasi kerja yang disesuaikan kemampuan dan kondisi gajah.

Proses ini dilakukkan dengan kehati-hatian, mengutamakan penerapan perinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

Penentuan titik-titik lokasi kerja dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Bupati Pidie Jaya dan unsur Kepolisian setempat.

Koordinasi ini tidak hanya memastikan keamanan personel dan satwa, tetapi juga mengatur batas waktu kerja agar gajah tidak bekerja melebihi kapasitasnya.

Ujang menerangkan jika pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana seperti ini sebenarnya sudah banyak diterapkan di beberapa negara Asia termasuk Indonesia salah satunya ketika bencana tsunami Aceh pada 2004 silam.

Ujang menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu guna liman atau pemanfaatan gajah secara lestari dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian.

Gajah memiliki kemampuan efektif dalam penanganan bencana selama dilakukan secara aman, didampingi mahout/petugas, dan mengedepankan kesejahteraan satwa.

Prinsip kehati-hatian yang sedari tadi disampaikan, dapat terlihat mulai dari cara petugas mambawa gajah ke lokasi.

Petugas sangat mempertimbangkan keamanan gajah dan upaya pencegahan agar gajah terhindar dari stres.

“Keempat Gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju ke lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan Gajah termasuk menghidari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir”, ujar Ujang

"Dalam kondisi darurat sekarang ini, kami dari Balai KSDA Aceh memiliki moral dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat. Kami dapat membantu salah satunya dalam upaya penanganan dan pembersihan material pasca bencana," imbuh Ujang.

Ujang memberikan apresiasi atas kerjasama baik dari petugas, relawan hingga pemanfaatan gajah yang dilakukan dalam mempercepat penanganan bencana ini.

Ia menyebut pemanfaatan gajah untuk pekerjaan berat dan membantu manusia memang lazim di berbagai tempat, namun hal ini baiknya tidak untuk terus dinormalisasi.

Ujang menerangkan bahwa tim yang bertugas terdiri dari 8 (delapan) orang mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, serta dokter hewan lengkap dengan perlengkapan medis lapangan. Seluruh kegiatan mendapat pengawalan penuh dari unsur kepolisian, sehingga operasional dapat berlangsung tertib, aman, dan terarah.

Mobilisasi gajah terlatih merupakan langkah kolaboratif untuk membantu percepatan pemulihan kondisi lingkungan pasca banjir, terutama di wilayah yang sulit dijangkau alat berat.

Selain berfokus pada pemulihan, misi ini juga menunjukkan komitmen kuat bahwa penggunaan satwa dalam operasi lapangan harus selalu menghormati dan menjaga kesejahteraannya, juga merupakan teguran agar manusia tidak merusak habitat mereka.

Gajah yang banyak dirusak habitatnya oleh manusia ini, malah membantu meringankan beban saat manusia terdampak bencana seperti sekarang ini.

“Ini bukti betapa Gajah bukanlah musuh manusia, jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Karena dalam situasi darurat, saat semua sudah lumpuh, Gajahlah yang akan melindungi manusia.” Ujang menambahkan.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#gajah #Bencana Aceh