Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Delapan Pelajar Terseret Arus Sungai Lusi Blora Jawa Tengah, Lima Belum Ditemukan: Tim Gabungan Intensif Lakukan Penyisiran

Magang Radar Purworejo • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:46 WIB

Tim Gabungan melakukan pencarian lima korban yang belum ditemukan dalam insiden 8 siswa hanyut di Blora, Kamis (11/12)
Tim Gabungan melakukan pencarian lima korban yang belum ditemukan dalam insiden 8 siswa hanyut di Blora, Kamis (11/12)
Kepanikan terjadi di kawasan Sungai Lusi, setelah delapan siswi hanyut terbawa arus di wilayah Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota, Jawa Tengah, Kamis pagi (11/12). 

Hingga siang hari, lima korban masih dinyatakan hilang, sementara tiga lainnya berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan.

Upaya pencarian langsung dilakukan sejak pukul 09.00 WIB. Tim gabungan dari BPBD Blora, Polsek Blora Kota, Personel TNI, serta relawan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai.

Proses pencarian dibagi ke beberapa sektor untuk mempercepat pencarian jejak korban di sepanjang aliran Sungai Lusi.

Melansir dari Radar Pati, empat perahu karet dikerahkan guna memperluas jangkauan pencarian, sementara sebagian petugas bahkan turun langsung ke air dan menelusuri sungai dengan berenang.

Namun hingga pukul 11.35 WIB, seluruh upaya tersebut belum menemukan keberadaan lima siswi yang hilang.

Menurut penuturan warga yang berada disekitar lokasi kejadian sejak pagi, menuturkan bahwa ia melihat rombongan anak berada di tepi Sungai Lusi sekitar pukul 06.00 WIB. Tak lama kemudian, ia mendengar suara meminta tolong dengan panik karena salah satu temannya terbawa arus sungai.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha memberikan bantuan.

Tiga siswi berhasil diselamatkan dan dibawa ke tepi sungai, tiga siswi yang berhasil diselamatkan diketahui bernama Aqila, Raisa, dan Fatma. Sementara lima lainnya yang belum ditemukan diketahui bernama Rita, Cika, Sifa, dan Sulis.

Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, menjelaskan bahwa seluruh korban merupakan siswi Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma’un.

Mereka diketahui sedang berkunjung ke rumah salah satu ustad yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Hingga kini, penyebab pasti mengapa siswi bisa berada di dalam aliran sungai belum dapat dipastikan.

Tiga korban selamat masih lemah dan mangalami trauma sehingga belum dapat dimintai keterangan secara lengkap.

Ardina Kiki Sulistyawati, salah satu siswi MBS Al Ma’un yang turut berada di lokasi kejadian, memberikan penjelasan tambahan mengenai peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa korban awalnya turun ke sungai untuk mencari kerang. Ia mengatakan bahwa sudah di ingatkan supaya tidak masuk ke aliran sungai, tetapi korban tetap turun ke sungai.

Ardina menuturkan bahwa delapan siswi yang nekat masuk ke aliran sungai itu berasal dari berbagai kelas, mulai dari kelas VII hingga kelas XII.

Salah satu dari tiga korban yang berhasil diselamatkan diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.

Namun, ia dapat bertahan karena sempat berpegangan pada batang bambu di dekat tepian sungai.

Ketiga siswa yang ditemukan dalam kondisi selamat berada di lokasi yang berbeda-beda, namum semuanya masih berada dalam jalur aliran Sungai Lusi di kawasan Kedungjenar.

Tim pencarian gabungan terus melanjutkan penyisiran untuk menemukan lima siswi lain yang masih belum berhasil ditemukan.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#sungai lusi blora #siswi tenggelam