Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kasus Dugaan Perundungan di Ponpes Wonogiri, Tubuh Santri Asal Jatiyoso Dipenuhi Lebam

Magang Radar Purworejo • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:30 WIB
Ilustrasi penemuan mayat perempuan di kolam tengah perkebunan Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang yang ternyata dibunuh suaminya sendiri.
Ilustrasi penemuan mayat perempuan di kolam tengah perkebunan Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang yang ternyata dibunuh suaminya sendiri.

Kasus dugaan perundungan kembali mencuat dari lingkungan pondok pesantren. Seorang santri asal Karanganyar, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi luka lebam saat menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Wonogiri.

Peristiwa ini mengejutkan keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus memunculkan keprihatinan terkait pengawasan dan keamanan santri di lingkungan pendidikan berbasis pondok pesantren.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik karena ditemukan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka lebam di beberapa bagian tubuh.

Kepala Dusun Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Wiyarno memaparkan kronologi wafatnya seorang santri pondok pesantren di Kabupaten Wonogiri yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Melansir dari Radar Solo, santri yang berinisial MMA, merupakan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. Ia meninggal dunia setelah ditemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuhnya.

Wiyarno menjelaskan, MMA adalah anak tunggal dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai buruh tani yang berasal dari Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

MMA baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya dan mulai memasuki pondok pesantren di tahun ajaran 2025.

Peristiwa ini diketahui oleh kedua orang tua korban setelah pada akhir pekan lalu keduanya berencana menjenguk anaknya di salah satu pondok pesantrem di Kabupaten Wonogiri.

Setibanya di pondok pesantren, kedua orang tua korban mendapatkan informasi bahwa anaknya dalam kondisi sakit, saat keduanya melihat kondisi anaknya secara langsung, orang tua korban syok karena menemukan sejumlah luka lebam di berbagai bagian tubuh MMA.

Tidak hanya itu, mereka juga kaget karena di wajah sang anak terdapat coretan bolpoin serta cairan tipex.

Melihat kondisi anaknya yang memprihatinkan, orang tua korban segera mengambil langkah cepat dengan membawa MMA ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun naas, meski telah mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Wiyarno menambahkan, saat ini Polres Wonogiri masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa orang tua korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Aparat kepolisian juga berencana melakukan tindakan lanjutan berupa otopsi atau ekshumasi terhadap jenazah MMA.

“Informasinya, rencana dari Polres Wonogiri akan dilakukan otopsi atau ekshumasi di hari Jumat (19/12) besok,” ujar Wiyarno.

Selain itu, Wiyarno mengungkapkan bahwa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aksi perundungan terhadap korban telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hingga kini, kasus meninggalnya santri asal Jatiyoso tersebut masih terus diselidiki oleh aparat kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#Jawa Tengah #Ponpes Wonogiri #perundungan