Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kemdiktisaintek Perluas Kerja Sama Global, Beasiswa Rusia Dibuka untuk Talenta STEM Indonesia

Magang Radar Purworejo • Selasa, 23 Desember 2025 | 21:23 WIB

Wamen Kemdiktisaintek Stella Christie menghadiri forum kerjasama Indonesia-Rusia dalam bidang Pendidikan (22/12).
Wamen Kemdiktisaintek Stella Christie menghadiri forum kerjasama Indonesia-Rusia dalam bidang Pendidikan (22/12).
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin penguatan kerja sama dengan Pemerintah Federasi Rusia melalui pemanfaatan beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa Indonesia.

Program beasiswa tersebut diarahkan terutama untuk bidang sains, teknologi, teknik, serta energi nuklir.

Hal ini disebutkan dalam pertemuan yang digelar pada Senin (22/12).

Dilansir dari Kemdiktisaintek, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan studi internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya pada rumpun Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, Atase Kedutaan Besar Rusia Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov, serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki.

Wamen Stella menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Rusia yang terus membuka akses beasiswa bagi pelajar Indonesia.

Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia unggul.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan utama saat ini bukan pada minat mahasiswa, melainkan pada keterbatasan informasi yang belum menjangkau seluruh calon penerima beasiswa, khusussnya dari latar belakang STEM.

Ia juga menjelaskan bahwa kendala terbesar ada pada distribusi informasi.

Banyak mahasiswa belum mengetahui peluang ini, atau pendaftar justru berasal dari luar bidang STEM.

Ke depannya, Kementerian akan terus memperkuat penyebaran informasi secara lebih fokus dan terstruktur.

Pada forum yang sama, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengungkapkan bahwa kemitraan beasiswa antara kedua negara terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya indoneisa memperoleh alokasi 250 beasiswa dari Pemerintah Rusia.

Karena tingkat pemanfaatannya dinilai sangat baik, jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi 300 kuota beasiswa pada tahun ini, dengan peluang peningkatan lebih lanjut apabila seluruh kuota dapat terserap secara maksimal.

Dubes Sergei menjelaskan bahwa beasiswa tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga doktoral.

Komposisinya terdiri atas sekitar 200 mahasiswa jenjang sarjana, 80 mahasiswa magister, dan 20 mahasiswa doktor.

Hingga saat ini, minat pelajar Indonesia terbilang sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai ribuan orang.

Selain program beasiswa reguler, Rusia juga meneawarkan skema khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL).

Namun, Sergei menambahkan bahwa pemanfaatan kuota untuk bidang energi nuklir masih perlu dioptimalkan agar sejalan dengan jumlah kuota yang tersedia.

Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki, menyampaikan bahwa Pemerintah Rusia juga membuka jalur beasiswa khusus melalui ROSATOM, perusahaan milik negara di sektor energi nuklir, serta RUSAL, perusahaan aluminium global asal Rusia.

Maria menjelaskan, program beasiswa RUSAL memberikan pendanaan penuh bagi penerima dan akan diselenggarakan di Ural Federal University, Yekaterinburg.

Untuk mendukung pemahaman calon mahasiswa Indonesia, pihaknya telah menyiapkan berbagai bahan informasi dan publikasi yang menjelaskan keunggulan serta peluang dari program tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kemdiktisaintek dan Pemerintah Federasi Rusia sepakat untuk memperkuat sinergi melalui penyediaan informasi terintegrasi, pelaksanaan sosialisasi baik secara daring maupun luring, serta melibatkan alumni Indonesia lulusan perguruan tinggi Rusia sebagai duta berbagi pengalaman studi.

Ke kedepan, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya ini dilakukan agar setiap kebijakan dan program pendidikan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Sejalan dengan semangat “Diktisaintek Berdampak”, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga memperkuat kapasitas riset, keilmuan, serta kontribusi lulusan bagi kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#Kemdiktisainstek