Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Fakta Unik Al-Quran yang Dipakai Zohran Mamdani Saat Dilantik Jadi Wali Kota NYC

Magang Radar Purworejo • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:04 WIB
Al-Quran yang digunakan Zohran Mamdani saat Pelantikan.
Al-Quran yang digunakan Zohran Mamdani saat Pelantikan.

RADAR PURWOREJO - Zohran Mamdani mencatatkan sejarah baru sebagai Wali Kota New York pertama yang diambil sumpahnya menggunakan kitab suci Al-Quran.

Dalam upacara pelantikan tertutup yang berlangsung pada awal tahun lalu, politisi Muslim berdarah Asia Selatan ini memilih menggunakan dua kitab suci Al-Quran, dimana satu milik kakeknya dan satu lagi merupakan salinan berusia 200 tahun koleksi New York Public Library (NYPL) yang memiliki nilai historis yang cukup kental.

Pemilihan Al-Quran dari koleksi perpustakaan publik dalam acara sakral ini menjadi sorotan karena latar belakang Al-Quran tersebut yang merepresentasikan sejarah panjang keragaman di kota metropolitan tersebut.

Jejak Sejarah Al-Quran Arturo Schomburg


Al-Quran bersejarah yang dipinjam dari NYPL ini memiliki nilai historis yang unik karena latar belakang pemilik sebelumnya.

Kitab ini merupakan koleksi pribadi Arturo Schomburg, seorang sejarawan terkemuka dan tokoh kunci dalam pergerakan Harlem Renaissance, sebuah periode kebangkitan intelektual dan budaya komunitas kulit hitam di New York pada era 1920-an.

Schomburg, yang memiliki darah keturunan Jerman dan Afro-Karibia, menjual koleksi bukunya ke NYPL pada tahun 1926.

Penjualan koleksi berharga ini kemudian menjadi landasan bagi pendirian Schomburg Center for Research in Black Culture.

Manuskrip kecil bertinta hitam dan merah ini dirancang untuk penggunaan praktis sehari-hari.

Meski tidak memiliki keterangan tanggal dan tanda tangan yang spesifik, detail artistiknya menunjukkan bahwa naskah ini diperkirakan berasal dari Suriah era Utsmaniyah abad ke-19.

"Tulisan khat naskhi yang halus serta penjilidannya, yang menampilkan medali berhias emas dengan komposisi bunga, menunjukkan bahwa kitab ini diproduksi di Suriah pada masa Utsmaniyah abad ke-19," keterangan dari pihak perpustakaan NYPL, dikutip dari Al-Jazeera.

Baca Juga: JOYNUARY Beri Kebahagiaan Awal Tahun Bagi Pecinta Sepeda Motor Honda Di Wilayah Yogyakarta, Kedu, Dan Banyumas RADAR JOGJA – Harapan tahun baru

Simbol Inklusivitas dan Representasi


Penggunaan Al-Quran bersejarah ini juga dinilai memiliki relevansi kuat dengan pesan inklusi yang dibawa oleh Mamdani.

Mengutip dari Al-Jazeera, Hiba Abid, kurator studi Timur Tengah dan Islam di NYPL, menjelaskan bahwa nilai kitab tersebut melampaui aspek estetika semata.

"Makna penting Al-Quran ini jauh melampaui keindahan halamannya. Ini adalah Al-Quran yang dekat dengan rakyat, bukan hanya karena pengerjaannya yang sederhana, tetapi juga karena menjadi bagian dari koleksi sistem perpustakaan umum terbesar di negara ini," kata Hiba Abid.

Senada dengan hal tersebut, Presiden dan CEO Perpustakaan NYPL, Anthony W Marx, menyatakan bahwa keputusan Mamdani untuk menggunakan Al-Quran yang terafiliasi dengan tokoh sejarah kulit hitam seperti Schomburg memiliki simbolisme yang mendalam.

"Menyimbolkan kisah yang lebih besar tentang inklusi, representasi, dan kesadaran sipil," kata Anthony W Marx

Latar belakang Mamdani sebagai Muslim Amerika keturunan Asia Selatan kelahiran Uganda menjadi elemen utama dalam kampanyenya yang mengusung tema keberagaman di New York.

Ia menegaskan tidak akan menutupi identitasnya, melainkan berjanji untuk tetap menunjukkan dengan bangga pada budaya dan keyakinannya.

Mamdani juga pernah menegaskan bahwa ia tidak akan lagi menyembunyikan siapa dirinya, melainkan akan tampil dengan bangga dan percaya diri. (Aqbil Faza Maulana)



 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#fakta unik #Zohran Mamdani #New York Public Library #al-quran