Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Dr. Nurdin: Alumni UNY di Tengah Kepungan Banjir Besar Aceh dan Kehangatan Solidaritas dari Jogja

Heru Pratomo • Rabu, 14 Januari 2026 | 08:30 WIB

Kisah Alumni Bertahan dari Banjir Terparah Aceh, UNY Hadir Menguatkan di Saat Terkelam
Kisah Alumni Bertahan dari Banjir Terparah Aceh, UNY Hadir Menguatkan di Saat Terkelam

ACEH TIMUR – Banjir besar yang melanda Aceh pada penghujung November 2025 menjadi ujian terberat bagi Dr. Nurdin. Alumni Program Doktor (S3) Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menjadi saksi mata bagaimana hujan tanpa henti mengubah kampung halamannya di Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, menjadi lautan air dan lumpur yang mengisolasi ribuan warga.

Kronologi Bencana: Dari Hujan Rutin ke Level Ekstrem Dr. Nurdin mengisahkan, hujan mulai mengguyur sejak Jumat, 21 November 2025. Awalnya, warga Desa Leuge tetap tenang karena terbiasa dengan banjir tahunan. Namun, pada 25 November, situasi berubah drastis. Hujan lebat turun tanpa jeda, listrik padam, dan air mulai merangsek masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Bau Ayam Tercium sampai Lantai Tiga, Bangunan Baru Pasar Terban Kota Jogja Minim Ventilasi dan Telalu Tertutup

"Ini kejadian luar biasa. Di Desa Leuge, air masuk ke rumah adalah hal yang nyaris tidak pernah terjadi sejak banjir besar 1971. Kami terpaksa mengungsi ke lantai dua karena air naik sangat cepat dengan arus kencang," kenang Dr. Nurdin, Sabtu (10/1/2026).

Selama lima hari, akses jalan terputus dan komunikasi lumpuh total. Di Meunasah (tempat ibadah) desa, ratusan warga bertahan dengan stok pangan yang kian menipis. Harga beras dan BBM di wilayah Aceh Timur hingga dataran tinggi Gayo melonjak drastis, sementara infrastruktur perbankan dan air bersih mati total.

Sentuhan Solidaritas "UNY Peduli Bencana" Di tengah isolasi dan kecemasan, secercah harapan muncul melalui pesan singkat dari Prof. Heri Retnawati, Direktur Direktorat Perencanaan dan Keuangan UNY. Bagi Dr. Nurdin, perhatian dari almamaternya tersebut menjadi penopang mental yang sangat berarti. "Rasanya seperti dipindahkan sejenak dari situasi banjir kembali ke Jogja," ujarnya menyentuh.

Baca Juga: Bus AKAP Melebihi Marka Jalan Jadi Perhatian, Siswa SMK Jadi Korban Kecelakaan Maut di Jalur Wates-Purworejo

Komunikasi tersebut memicu gerakan UNY Peduli Bencana. Bantuan yang dihimpun dari sivitas akademika dan alumni disalurkan secara door to door menjangkau wilayah terdampak di Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Gayo. Bantuan ini tak sekadar materi, namun menjadi simbol empati yang menguatkan batin para korban.

Harapan dan Pengabdian Alumni Sebagai alumni, Dr. Nurdin berharap aksi nyata ini berlanjut pada penguatan institusi. Ia mendorong pembentukan kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) UNY Provinsi Aceh untuk memperkuat jejaring. Selain itu, ia mengusulkan program mitigasi learning loss di sekolah terdampak.

"Kami berharap UNY bisa menginisiasi program guru mengajar di sekolah pascabencana dengan melibatkan mahasiswa PPL, KKN, maupun dosen. Tujuannya agar proses pembelajaran tetap berjalan meski sekolah terdampak," tambahnya.

Editor : Heru Pratomo
#hujan #Alumni UNY #Nurdin #aceh timur