Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hari Primata Nasional: Sejarah, Fakta, dan Kondisi Primata Indonesia Kini

Bahana. • Senin, 2 Februari 2026 | 12:05 WIB

The Voice of Hind Rajab, salah satu film yang masuk dalam nominasi Piala Oscar 2026 Kategori Best International Feature Film. (Instagram/@khamsamagazine)
The Voice of Hind Rajab, salah satu film yang masuk dalam nominasi Piala Oscar 2026 Kategori Best International Feature Film. (Instagram/@khamsamagazine)
RADAR PURWOREJO - Hari Primata Indonesia diperingati setiap tanggal 30 Januari. Peringatan yang digagas oleh Protection of Forest & Fauna (ProFauna) Indonesia ini pertama kali dicetuskan pada 2014 sebagai respons atas maraknya perburuan dan perdagangan ilegal primata.

Selain itu, populasi primata di Indonesia yang kian terancam juga menjadi dasar digagasnya hari peringatan tersebut.

ProFauna sendiri merupakan organisasi non-pemerintahan yang fokus pada perlindungan satwa liar di Indonesia. Tanggal 30 Januari dipilih karena terinspirasi dari “Primate Freedom Tour”, sebuah kampanye berkeliling Jawa dan Bali untuk mempromosikan perlindungan primata yang diselenggarakan oleh ProFauna pada Januari 2001.

Lantas, mengapa Hari Primata Indonesia begitu penting?

Mulai dari 1990 hingga sekarang, setidaknya terdapat 130 jenis primata yang pernah ditemukan di dunia.

Berdasarkan data dari Mamalia Diversity Database, Indonesia memiliki 66 jenis primata atau 12,8% dari keseluruhan primata di dunia.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 menyebutkan terdapat 37 jenis primata yang beberapa di antaranya termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh negara.

Namun, berdasarkan laporan dari International Union for Conservation of International (IUCN), populasi primata di Indonesia menunjukkan penurunan dan terancam. Dalam data IUCN Red List, dari 66 jenis primata Indonesia, terdapat 12 jenis berstatus Kritis (Critically Endangered), 25 jenis berstatus Genting (Endangered), 26 jenis berstatus Rentan (Vulnerable), 1 jenis berstatus Hampir Terancam (Near Threatened), dan 2 jenis masih berstatus Informasi Kurang (Data Deficient).

Selain itu, hasil laporan IUCN menunjukkan 13 primata Indonesia masuk ke dalam Daftar 25 Primata Paling Terancam di Dunia yang merupakan jenis primata Orangutan, Kukang, Tarsius, dan Owa.

Terancamnya populasi primata di Indonesia tidak lepas dari kerusakan alam, salah satunya akibat dari aktivitas manusia. Seperti dalam catatan World Wide Fund (WWF), terdapat enam faktor penyebab turunnya populasi satwa liar, yaitu:

1. Hilangnya habitat karena alih fungsi hutan menjadi perkebunan, pertambangan, jalur transportasi, pemukiman, dan lainnya.

2. Eksploitasi, seperti perburuan hewan dan penebangan hutan.

3. Perubahan iklim menyebabkan suhu rata-rata bumi semakin meningkat, serta cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi berpengaruh terhadap kelangsungan hidup hewan-hewan di bumi.

4. Spesies invasif masuk ke area yang bukan habitat aslinya yang dapat merusak lingkungan dan mengancam spesies habitat asli di sekitarnya.

5. Pencemaran lingkungan

Primata adalah primadona permata hutan Indonesia yang terancam dan kini menjadi perhatian dunia. Momentum Hari Primata Indonesia sudah seharusnya memotivasi manusia untuk turut berkontribusi dalam pelestarian primata.

Primata adalah regenerator dan polinator dalam ekosistem alam. Mereka berjalan di atas pohon-pohon sembari menabur biji-bijian yang nantinya dituai sebagai penyeimbang alam.

Demikianlah primata berperan dalam menyelamatkan manusia agar tetap hidup di alam yang lestari. Menyayangi primata, menyayangi manusia.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#hari primata