Guna menjamin kelancaran serta terjadinya lonjakan pemudik selama Ramadan 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perkuat pengamanan di simpul transportasi selama angkutan Lebaran 2026.
"Kami terus mendorong penguatan keamanan pada simpul dan koridor transportasi, pengendalian titik rawan kepadatan dan kemacetan," kata Dudy Purwagandhi dalam keterangannya, dikutip dari Antara (25/2).
Kemenhub juga memperkuat pengamanan objek vital nasional, kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana, serta operasi modifikasi cuaca.
Untuk mendukung hal ini, Menhub menggandeng kementerian Koordinator Bidang Politik, Djamari Chaniago untuk memastikan agar setiap kebijakan transportasi selaras dengan stabilitas dan keamanan nasional.
"Termasuk saat penyelenggaraan angkutan Lebaran sehingga koordinasi dibutuhkan agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan Lebaran 2026," tuturnya.
Dudy Purwagandhi memprediksi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 akan mencapai lebih dari 143 juta, maka antisipasi juga diperlukan di sejumlah titik lokasi seperti objek wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik.
Koordinasi pengamanan objek vital nasional juga akan dilakukan untuk melindungi pelabuhan, bandara, jalan tol, rel kereta, dan fasilitas transportasi penting lainnya.
"Untuk pengamanan terpadu, kami berkoordinasi dalam pengerahan personel Polri, TNI, dan unsur keamanan lainnya pada titik-titik rawan kepadatan termasuk rest area guna menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah tindak kriminalitas," tambahnya.
Fasilitas di kawasan rawan bencana juga akan disiapkan guna mendukung kelancaran mobilitas selama mudik, termasuk keamanan dan penanggulangan bencana.
Jika diperlukan, Menhub memastikan akan diakukan koordinasi Operasi Modifikasi Cuaca antara BMKG, BNPB, TNI AU, Polri, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah untuk menjamin sarana dan wilayah di simpul serta koridor transportasi strategis.
"Kami berharap, melalui sinergi yang solid ini, penyelenggaraan angkutan lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali sehingga saudara-saudara kita dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan," kata Menhub.
Penulis : Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.