RADAR PURWOREJO - Populasi burung elang jawa, burung yang digadang-gadang mirip dengan burung Garuda (simbol negara Indonesia) ini kian menipis.
Hingga kini, jumlah burung elang jawa diperkirakan hanya tersisa sebanyak 511 pasang yang tersebar di beberapa kawasan hutan Jawa.
Status elang jawa ini secara global dinyatakan hampir punah.
Oleh sebab itu, kelanjutan pelestarian semakin mendesak untuk menjaga keberlanjutan ekosistem alam Pulau Jawa.
Menurut salah satu dosen biologi Universitas Gadjah Mada, Donan Satria Yudha, penyebab utama berkurangnya populasi elang jawa adalah penggusuran habitat.
Elang jawa membutuhkan tempat hidup yang alami: hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi serta keberadaan pohon tinggi sebagai tempat tinggal dan bersarang.
Selain vegetasi alami, elang jawa juga membutuhkan mangsa, seperti tikus, bajing, ayam, dan hewan kecil lainnya.
Habitat elang yang ideal menurut Donan berada di area lereng pegunungan yang terjal.
Namun, banyak dari habitat elang sudah beralih fungsi akibat ulah manusia.
Donan menegaskan, manusia harus bisa berbagi alam dengan hewan karena semua makhluk hidup adalah ciptaan tuhan, olehnya mereka juga memiliki hak untuk hidup di bumi-Nya.
Hilangnya elang jawa tentu akan berdampak kepada spesies lain.
Keadaan ini terjadi sebab elang jawa menduduki puncak daripada rantai makanan.
Elang jawa memiliki fungsi sentral bagi ekosistem.
Ia berperan sebagai pengontrol hewan-hewan invasif dan hama, seperti tikus, bajing, ular, hingga musang.
Artinya, dengan menyelamatkan satu spesies berarti juga turut melindungi stabilitas banyak spesies lain di dalamnya.
Pelestarian habitat harus segera dilakukan dan tidak bisa ditunda, sebab dengan demikian elang jawa akan lebih mudah dipertahankan populasinya secara mudah dan alami. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva