Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dan silaturahmi antara kepala negara dengan para mantan Presiden, Wakil Presiden, pimpinan partai politik, dan tokoh penting bangsa guna membahas isu nasional maupun global yang tengah berkembang.
Dalam pertemuan yang digelar sebagai ruang diskusi lintas generasi kepemimpinan bangsa, tampak hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, serta sejumlah pimpinan partai politik.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa pertemuan ini dimaksudkan sebagai forum pertukaran pandangan strategis antara Presiden dengan para senior negara serta penyambung aspirasi dari berbagai elemen bangsa.
“Makan malam ini merupakan forum silaturahmi kebangsaan sekaligus ruang untuk saling bertukar pandangan dan pengalaman antar para pemimpin dan tokoh bangsa. Presiden berharap pertemuan ini dapat mempererat komunikasi lintas generasi kepemimpinan nasional serta memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Teddy, dikutip dari laman resmi Fraksi Gerindra.
Forum diskusi yang berlangsung hampir empat jam tersebut membahas isu geopolitik global terkini, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dan potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi serta keamanan dunia.
Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan paparan lengkap mengenai dinamika konflik serta implikasi jangka panjangnya terhadap Indonesia dan negara lain.
Dalam dialog tersebut, para peserta tidak hanya menyoroti dampak keamanan, tetapi juga ancaman terhadap pasokan energi global, pertumbuhan ekonomi dunia, serta strategi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.
“Presiden memberikan update, briefing tentang berbagai perkembangan terbaru yang terjadi di dunia, khususnya berkaitan dengan yang selama ini sudah menjadi perhatian banyak di antara kita yaitu mengenai yang paling mutakhir tentunya perkembangan perang atau serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. Didiskusikan implikasinya apa terhadap kita, terhadap dunia,” ujar Hasan, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara.
Diskusi ini menunjukkan upaya pemerintah untuk membangun kesepakatan bersama di tingkat nasional dalam menghadapi berbagai tantangan internasional yang rumit, sekaligus menjamin keselarasan pandangan di antara para elit negara. Pertemuan juga menandai langkah kolaboratif antara pemerintahan saat ini dengan para pendahulu negara dalam menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.