Hal itu disampaikan saat meninjau kesiapan layanan transportasi di sejumlah titik strategis di Yogyakarta.
Dalam peninjauan tersebut, Menko Polkam mengunjungi Stasiun Yogyakarta serta Yogyakarta International Airport (YIA) untuk memastikan kesiapan sarana transportasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Ia menilai berbagai fasilitas dan sistem pelayanan di kedua lokasi tersebut telah dipersiapkan dengan baik oleh pengelola dan instansi terkait.
"Kita sudah ditakdirkan untuk melayani masyarakat sehingga tidak ada lagi tugas lain selain melayani masyarakat terlebih pada saat sekarang ini,” kata Djamari di Bandara YIA, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (4/3), dikutip dari ANTARA.
Menurut Djamari, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta operator transportasi berjalan dengan baik dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Hal ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Ia menambahkan bahwa kesiapan personel pengamanan, pengaturan arus penumpang, serta fasilitas pendukung penting untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik.
Ia juga meyakini pegawai di bandara dan stasiun mampu menjalankan tugas dengan baik sebagai bentuk dedikasi melayani masyarakat.
"Untuk para petugas, pesan saya sekali-kali jangan bosan, jangan lelah dan jangan jenuh untuk melayani masyarakat kita," pesannya.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memperkirakan arus pemudik yang masuk ke wilayah tersebut cukup besar.
Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyebut potensi pergerakan masyarakat menuju DIY diperkirakan mencapai sekitar 8 juta perjalanan selama periode Lebaran.
Pemda juga telah memantau berbagai persiapan pelayanan arus mudik guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
"Tentu kesiapan dan perhatian dari Kemenko Polkam menjadi suatu keyakinan bagi kami untuk bisa menyambut, melayani, dalam rangkaian Lebaran nanti menjadi lebih baik," ungkap Aria.
Sementara itu, General Manager Angkasa Pura I Bandara YIA, Ruly Artha, menjelaskan pihak bandara telah menyiapkan posko terpadu yang akan mulai beroperasi penuh pada 11 Maret dengan melibatkan 669 personel. Bandara juga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 13 Maret.
Di sektor transportasi kereta api, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia, Awan H. Purwadinata, menyampaikan bahwa lonjakan penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta diperkirakan lebih terasa saat arus balik dibandingkan saat arus mudik.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan, KAI melakukan pemantauan jalur serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga terkait dalam pemantauan cuaca.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.