Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Presiden Prabowo Silaturahmi dengan Kiai dan Ormas Islam, Bahas Isu Kebangsaan hingga Perdamaian Timur Tengah

Bahana. • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:31 WIB

Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Merdeka (Instagram @presidenrepublikindonesia).
Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Merdeka (Instagram @presidenrepublikindonesia).
Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi bersama para kiai, ulama, dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para tokoh agama untuk membahas berbagai isu strategis, baik terkait kondisi dalam negeri maupun dinamika global.

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Hasib Wahab Hasbullah, serta sejumlah ulama dan pimpinan ormas Islam lainnya.

Hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan beberapa menteri Kabinet Merah Putih.

Ketua MPR, Ahmad Muzani, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dimaksudkan untuk saling bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik dan geoekonomi yang tengah terjadi di dunia.

Forum tersebut juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengar langsung pandangan para ulama mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

“Presiden mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia. Para ulama dan para kiai memahami hal tersebut sebagai sikap Presiden yang ditempuh pada jalan yang baik dan benar,” ungkap Muzani, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan strategi pemerintah dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda konflik. Pemerintah berupaya mengambil peran diplomasi guna mendorong dialog di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), mengatakan Presiden menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus pentingnya menjaga persatuan nasional.

Menurutnya, pertemuan tersebut menunjukkan adanya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan para ulama. Ia menilai pertemuan ini sebagai upaya menjaga silaturahmi nasional.

“Beliau sudah menjelaskan panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” ujar Buya Yahya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum dialog antara pemerintah dengan pimpinan ormas dan pesantren.

Ia juga menanggapi isu yang mengaitkan pertemuan itu dengan pembahasan keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace (BoP), yang disebut sebagai inisiatif untuk membahas rekonstruksi Gaza. Menurutnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah.

“Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BoP itu tidak serta-merta, tetapi sudah melalui proses yang panjang, sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk, yang kemudian sepakat untuk bergabung,” ungkap Muhadjir.

Sejumlah tokoh agama juga menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang dinilai membuka ruang komunikasi dengan para ulama sekaligus memperjuangkan peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Hasib Wahab Hasbullah, menyatakan optimisme bahwa kolaborasi antara ulama dan pemerintah akan membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih makmur dan adil.

Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#Presiden RI #PRABOWO