Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usul Sanksi Bersihkan Toilet

Jihad Rokhadi • Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:13 WIB

 

Sebuah video amatir yang merekam aksi tidak terpuji oknum pelajar di Purwakarta mendadak viral di media sosial. (istimewa)
Sebuah video amatir yang merekam aksi tidak terpuji oknum pelajar di Purwakarta mendadak viral di media sosial. (istimewa)

 

RADAR JOGJA – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi tak terpuji oknum pelajar di Purwakarta. Sebuah video amatir yang merekam tindakan tidak sopan sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta terhadap gurunya mendadak viral dan memantik amarah warganet di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman singkat tersebut, tampak beberapa siswa secara terang-terangan mengacungkan jari tengah ke arah seorang guru yang tengah berjalan meninggalkan ruang kelas. Tak hanya gestur kasar, video itu juga memperlihatkan upaya tindakan tidak pantas yang mengarah ke bagian kepala sang guru.

Menanggapi kegaduhan tersebut, mantan Bupati Purwakarta yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI (dalam konteks narasi ini disebut sebagai tokoh/Gubernur), Dedi Mulyadi, langsung turun tangan. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mendalami kronologi kejadian.

"Saya cukup prihatin terhadap peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari kepala Dinas Pendidikan," ucap Dedi Mulyadi dikutip, Sabtu (18/4).

Baca Juga: Video Longsor Proyek PLTA Upper Cisokan Bandung Barat Viral, Gemuruhnya Terdengar Mencekam

Orang Tua Menangis Sesali Perbuatan Anak

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, tindakan disipliner awal sebenarnya telah dijatuhkan kepada para siswa yang terlibat. Mereka diberikan sanksi skorsing selama 19 hari. Saat proses pemanggilan ke sekolah, terungkap rasa penyesalan mendalam dari pihak keluarga.

"Orang tuanya menangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya," tambah Dedi.

Meski langkah skorsing sudah diambil, Dedi Mulyadi memberikan pandangan kritis. Menurutnya, memulangkan siswa ke rumah seringkali tidak memberikan efek jera yang konstruktif dalam pembentukan karakter.

Usul Sanksi Kerja Sosial: Menyapu hingga Bersihkan Toilet

Dedi menawarkan solusi alternatif agar sanksi yang diberikan lebih bersifat edukatif dan menyentuh sisi kemanusiaan siswa. Ia berharap pihak sekolah bersedia mengubah skorsing menjadi hukuman kerja sosial di lingkungan sekolah.

"Anak itu mendapat bimbingan di rumah, tetapi saya memberikan saran," lanjut Dedi.

Menurutnya, hukuman fisik yang produktif akan lebih efektif dalam melatih kedisiplinan dan meredam ego siswa yang melanggar aturan.

"Memberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, bisa 2 bulan, bisa 3 bulan," jelasnya.

Dedi menekankan bahwa durasi hukuman tersebut bersifat fleksibel, tergantung pada perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh siswa. Baginya, esensi dari sebuah sanksi di sekolah bukan untuk memutus akses pendidikan, melainkan memperbaiki moral.

"Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter," tegasnya.

Editor : Jihad Rokhadi
#siswa #video #Viral